Senin, 29 Juni 2009

You Are Everythink To Me Dech.…!!! (Bag.I)

Sekapur Sirih

Maaf tulisan bukan diperuntukan bagi yang sedang falling in love, yang sedang kasmaran. Tapi judul ini sebuah inspirasi begaimana Ilmu pengetahuan Islam mampu memberikan energi postif pada akal, jiwa dan raga. Karena dalam kerangka taat diperlukan adanya tiga bagian yang tidak terpisahkan, yaitu akal, jiwa dan raga.
Sehingga pertanyaan yang berkisar tentang bagaimana agar kita mampu merangkul Al- Qur’an, mampu menjauhkan diri dari dosa, agar shalat khusuk, mampu menjadi seorang hamba yang soleh semaksimal mugkin, bagaimana agar doa dikabul dan pertanyaan lainnya. Salah satunya dengan Ilmu pengetahuan Islam, dan inilah bagian terpenting dari beberap kiat yang ada. Tidak salah jika Al-Qur’an memberikan penghormatan kepada saja yang mau memberi kualitas pada akalnya dengan Ilmu Pengetahuan Islam. Allah Swt berfirman:

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah orang-orang yang berilmu.” (QS. Faathir: 28).

“Allah akan meninggikan orang-orang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. (QS.Al-Mujadalah:11)

Dari dua ayat ini dapat disimpulkan:
1. Seseorang akan merasa takut pada Allah, kalau sudah takut apa tidak mungkin dia akan selalu baik dalam hidupnya, dia akan malu kalau berbuat dosa, dan mungkin sekali dia
2. akan terus memberi kualitas dalam hidupnya sebagai manifestasi ketakutannya pada Allah.
3. Iman saja tidak cukup menjadi syarat kedekatan kita pada Allah, namun ilmu pengetahuan Islam itulah yang akan mendekatkan kita.
4. Bahkan pengetahuan itu tidak saja berfungsi dan mendatangkan keberkahan, namun hingga matipun tetap mengalir pahalanya seperti sebuah hadist menyebutkan:

“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka pahala amalnya terputus, kecuali tiga hal: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendo’akan orang tuanya.” (HR. Bukhari Muslim)


Kok Bisa Soleh dengan Ilmu?

Ntar..ntar mas! Saya tambah bingung nih! Maksudnya gimana sih? Kalau bicara jangan kesana-kemari, to the point saja!”
“Maksud saya begini loh pak! Ilmu keislaman lah yang akan menuntun kita agar bisa menjadi hamba yang baik? ”
“Ntar dulu tadz..ehh man…! Kok saya malah tambah bingung man!!”
“ Apa yang bingung pak!”
“Gini man, you bilang kan kalau soleh itu bisa dibentuk dengan mencari ilmu pengetahuan Islam kan kan!
“Iyah, emang!.”
“Ilmu Islam yang mana man?? Saya kan cuman bisanya sekarang ini belajar baca Al-Qur’an, karena maklum lah masih blepotan, terus kadang-kadang denger ceramah di masjid! Jadi ilmu yang mana tuh? Bapak mau datang nih kalo ada yang ngajarin..!!
“Itulah salah satu caranya pak ! gini aja. kira-kira kalau bapak sekarang sedang belajar membaca Qur’an, pasti donk ada harapan atau ada motivasi nanti bisa baca Qur’an dengan lancar kan! Nah, kalau bapak sudah lancar membaca Al-Qur’an, pasti donk timbul harapan untuk mengkhatamkan Qur’an sesering mungkin kan?? Bener tuh man!! Terus…..apalagi”??
Nah kalau bapak sudah sering mengkhatamkan Qur’an, pasti kan bapak sekali waktu berfikir, kenapa saya nggak baca terjemahannya yah!! Kemudian kalau bapak sudah sering membaca terjemah Qur’an, ada donk keinginan mambaca tafsir Qur’an, bener kan?” Nah kalau bapak sudah sering mengkaji tafsir Qur’an, apa tidak mungkin bapak menginginkan bacaanya bagus dengan mempelajari Tahsin Qur’an dan Makhorijul huruf? Setelah itu apa tidak mungkin sekali waktu mempelajari nahwu shorof (grammar bahasa Arab)?
Kalau sudah terjangkit ini, pasti deh, ada kerinduan sangat untuk terus menambah pengetahuan.
Kaki kagak sulit nyamperin masjid, kagak ade tuh yang namanya jauh, ke mall pasti deh ane nyempetin cari-cari buku..Pokoke you are everythink deh….cinta bangedh……suseh pindah ke laen ati…dll!
“hhhhmmm” betul juga yah man.???
“Nah kalau misalnya, sudah sedikit-sedikit tahu mengartikan Qur’an dan setelah melalui fase yang berliku itu, apa tidak mungkin sekali waktu bapak akan mengamalkan sedikit, sebagaian atau bahkan seluruh Al-Qur’an itu???
Dalam fase itu pastilah banyak sekali pengalaman batin yang akan bapak temukan. Bisa saja bapak dengan tiba-tiba senang melakukan ketaatan, seperti shalat rawatib, lebih rajin berwudhu setiap saat, sering shalat malam dll. Atau tiba-tiba ketika membaca atau menghadiri ceramah misalnya, batin terasa dihamtam ketika mendengar bahagianya yang senang menyantuni anak yatim, besarnya pahala sedekah dll. Nah karena sedikit demi sedikit ilmu itu telah bersemayam di akal, lambat laun mulai tumbuh kembang yang akhirnya merambat ke dalam qalbu. Efeknya ragapun ikut berpacu tidak mau ketinggalan oleh jiwa. Nah akhirnya bentuk yang ketaatan yang dilakukan, karena panggilan jiwa, karena ada rasa nikmat, bukan keterpaksaan.
Karena bapak telah melewati beberapa fase, yang memungkinkan akal dan hati ingin terus menamabahkannya kan?? Nah dissat itu pulalah akal akan haus mencari dan mencari Ilmu Pengetahuan Islam.
Manakala batin lambat laun menikmati sentuhan akal yang tadinya merengek karena dahaga yang awalnya kering kerontang.ragapun merasa malu kalau tidak ikut berpatisipasi.
Mungkin saja ada teriakan batin, “Duh malu nih gue sering baca tafsir, kok nggak pernah shalat rawatib yah ? waduh keseringan nonton HBO jadi susah bangun malam nih…padahal gue tadi siang dah baca al-adzkar nya Nawawi? Aduh kaye nye ati gue kaggak enak nih kalau baca ini ayat..gue baca tafsirnya, kok malah gue nggak pernah ngasih sedekah? Waduh ane sering bace Fikih Sayid Sabiq, masa sih gue cuman baca Qur’an selembar doank hari ini!!!
Nah ! teriakan batin itu akan terus mengema dan akan berubah menjadi teriakan, manakala akal terus menerus mencari dan terus mencari ilmu pengetahuan Islam.
Jadi ketika bapak melakukan taat itu karena didasari oleh malunya raga karena tidak mau berpastipasi dalam merenguk nikmatnya yang telah diserap oleh batin hasil olah pikir. Jadi bukan karena butuh akan sesuatu kan??
“Hhhmmm benar, man yah, nggak salah kalau yang pertama kali turun itu adalah ayat yang memerintahkan membaca kan?
"Yah benar pak.! Tapi maaf loh pak, nggak apa kan, kalau kita lagi sulit, sedih, merana, kita banyak shalat malam, banyak dzikir dll.
Cuman yang itu tadi nikmatnya pari pencari ilmu, apa yang dilakukannya karena kenikmatan, pasti deh seluruh harinya ia berusaha menjaga kenikmatan itu.
Nah kalau sudah begitu apakan tidak mungkin orang sepeti akan berubah menjadi soleh!! Ilmulah yang membentuk kita menjadi soleh dan tentu saja ada beberapa kiat lainnya yang tidak mungkin dibahas rinci disini.
Come Guys!! tidak ada waktu tanpa belajar agama, Ilmu pengetahuan Islam akan berterima kasih kepada kita, karena dia telah dijemput oleh kita, telah disemayamkan dalam batin kita, akal dengan penuh hormat menghampirinya!
Apa tidak mungkin kita tenang tentram, bahagia, ketika Ilmu Pengetahuan memberi hadiah kepada kita ???
"Ya Allah tambahkan aku ilmu, dan beri aku kefahaman (dalam agama)."


Bersambung

Wallahu A'lam Bishawwab

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar