Senin, 29 Juni 2009

Antara Facebook..The Wall…dan..Riya!!

Sepertinya judul diatas tidak ada hubungannya meskipun antara FB dan Wall sangat berkaitan erat. Tidak disebut FB kalau nggalk ada Wall-nya. Mungkin karena inilah kang Zuckerberg membuat Wall di FB agar lebih menarik. Tapi apa ada hubungannya dengan riya….??? Sebentar saya mau cerita dikit aza.
Sangat menarik sekali kalau kita baca wall seseorang dengan wall lainnya yang penuh warna. Dan ini tentu saja mengambarkan perilaku, derajat, aktifitas, umur, jabatan, hobby dan lainnya.
Terkadang ada yang menulis…”mau ke gym dulu…!!wah sebagai lelaki, langsung batin saya nyeletuk..wah pasti body nya yahud..ada yang menulis …Mau ke Plaza senayan dulu…mau dinning ama Mr.X…!! wow dalam hati saya pasti ini anak gaul. Ada juga yang menulis…Changgi Im coming!! Wah pasti ini orang yang suka traveling.
Kalau anak muda/mudi..mungkin juga cewe menulis begini..”Ur everythink to me…coz I love u so much…Honey where ru!!..aarrgghh I hate you….dalam hati saya berguman….ini lagi falling in love..atau cuman gaya aja punya pacar padahal lagi jomblo!!! Karena siapa yang tahu apa kegiatannya saat itu!!
Tapi yah begitulah tidak ada yang complaint, tidak ada yang akan tersinggung, dan mungkin saja tidak ada yang peduli. Tapi mungkin saja ada yang gatal ketika membaca wall yang berbunyi begini….arrghh…kerjaan numpuk strezz…yang baca mungkin langsung nyeletuk….emang gue pikirin!!!
Saya mau juga nulis di wall berkisar kegiatan sehari-hari…misalnya ketika saya ke bank ….Mau ke Bank….ngambil duit…ada yang nyetor..USD 7000 cihuuyyy.. …wah di hati saya seakan gembira banget..dalam hati saya bangga pasti the friends dalam daftar FB saya pasti baca..wah wah hebat si ackmanz ini duitnya banyak, sukses story deh.. Atau begini, saya bisa saja lagi ngopi di warteg dengan teman2 Satpam dekat rumah..tapi saya tulis di wall malam harinya…..Lagi ngopi di Coffe Bean…cappucinonya ueeannaakk tenan…
Tapi saya mengurungkan niat! Kenapa! Saya takut riya! Siapa riya itu!! Orang mana??
Riya adalah melakukan sesuatu sekedar ingin dilihat atau dinilai oleh orang lain, bukan ikhlas karena Allah. Jadi memamerkan semua kebaikan dia apapun bentuknya. Dalam perspektip nilai amal, Riya adalah sikap hati yang dapat menggugurkan amal seseorang yang menjalankan sesuatu tidak dengan keikhlasan,tetapi hanya karena ingin dilihat dan didengar orang. Riya disebut juga dengan Syirik Syughra (sirik kecil). Karena apa disebut sirik kecil?? Karena yang berhak sombong itu adalah Allah Swt. Dengan begitu ketika kita memamerkan suatuperbuatan, seakan-akan kita menantang Allah, karena di penguasa dunia ini….!!
Dalam satu hadist disebutkan:
“Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagiamana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu, dan janganlah engkau kagum dengan amalan-amalanmu, sesungguhnya engkau tidak tahu apakah engkau termasuk orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia (masuk surga)”. (HR. Al-Baihaqi)
Apa saya salah nulis di wall ??, atau menempelkan foto2 kebentulan saya cakep, body yahud, atau pakaian saya yang..wah seksi bangeddhhh?
Tidak salah itu hak individual, hak pribadi, bahkan tidak ada yang akan peduli!!
Cuman mari kita gambarkan begini, jika kita biarkan semak belukar itu tidak di pangkas apakah akan terus membesar dan melembar??..iya dunk!! Bagaimana jika riya itu tidak kita tebas dalam hati…apakah akan membesar dan pastinya sulit akan ditebas karena sudah merambat kesana kemari!! Kalau saya mamerkan sesuatu meskipun kecil, apakah nanti tidak menjalar kemana-mana termasuk ke dalam kegiatan ibadah, kehidupan dll?? Pastinya akan begitu karena terbiasa melakukan itu akhirnya biasa.
Penyembuhannya terdapat dua tingkat. Pertama, menghilangkan sampai akar-akarnya dan kedua, mencegah akibat-akibat buruk yang muncul dari penyakit riya ketika melakukan ibadah atau aktifitas lainnya.
Hadist lainnya menyebutkan:
”Tujuh golongan yang berada dibawah naungan Allah pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan Allah, Imam yang adil, dan seorang yang bersedekah lalu dia menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari Muslim)
Jadi apa yang harus saya tulis di wall…yah sekali lagi tidak ada yang keberatan anda menulis apapun…kan ini sekedar ngobrol ringan aja. Tapi karena kita ini dibawah lingkup Al-Qur’an Pelitaku, kan banyak sekali tulisan yang mendatangkan rahmat sekaligus menuai pahala. Misalnya? Jika saya terjebak macet misalnya di tol, terus saya tulis..bro..sis..jgn lewat tol dalem kota macet bangeeddhhh..apakah itu tidak manfaat? Berpahala lagi. Atau misalnya saya tulis kebetulan saya baca salah satu buku karangan Imam Syafi’i..Ilmu itu cahaya dia tidak akan bertempat di hati yang penuh maksiat. Apakah yang membacanya tidak tergugah? Atau menyitir salah satu ayat Qur’an hadist, kata2 hikmah dan masih banyak lagi kalau mau nyari. Manfaat kan? Menuai pahala lagi karena akan mengungah orang yang membacanya.
Apa nggak riya juga kalau nulis2 kayak diatas kayaknya kamu sok alim, jaim??wah kalaupun disebut riya, banyak manfaat kan kalau dibaca orang kan!! Coba kalau sudah riya terus kata2 nya tidak ada manfaat lagi , apa kata dunia??
Semoga bermanfaat

Wassalam

Ustadz Ackmanz

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar