Senin, 29 Juni 2009

Merangkul Al-Qur’an….The World is Mine!!! (Part Two)

Bagiamana Caranya Dunk….!!!
(Kebetulan yang nanya cewe)..Eehh Sista… dari TK, SD, SMP, SMA S1, S2,S3 bahasa inggris, fisika dll pasti selalu ada kan, apalagi kamu tahu fungsi dan manfaatnya. Kamu malu kan kalau nggak bisa windows! Malu kan kalau nggak bisa bahasa inggris, kan kamu tahu kalau bahasa Inggris faktor diterimanya di perusahaan kan! Atau kamu pasti deh maksa-maksain belajar akutansi, atau ikut2an seminar dengan Kang Mario Teguh! Ada di TV pun kayaknya rela banget melototinya! Seminar di Bali pun kamu pasti terbang kesana! Kamu maksain kan belajar Microsoft office! Kan mana mungkin kamu melamar di perusahaan IT tapi kagak bisa Office? Waktu sekolah/kuliah..wah suka nggak suka, boring atau nggak, tetep aja saya harus masuk kelas, dari sejak TK sampai kuliah. Waktu ujian..wah maksain deh begadang..masuk perpustakaan lagi nyari2 buku untuk bikin makalah. Maksain ngapal rumus aritmetika karena kalau nggak lulus pasti nggak naik kelas dan pastinya malu donk ama teman2 kalau ngga naik!! Dan berpuluh kegiatan lainnya.
Masalah tempat…wah dimanapun saya datang deh…kan sayang dah bayar uang sekolah…sayang kan dan bayar les bahasa inggris kalau nggak masuk…hujan deras..wah kan ada mobil/paying/busyway…dan puluhan pernyataan lainnya.
Artinya semuanya mudah kita lakukan karena kita tahu fungsi dan peranan apa yang kita lakukan.
Kalau begitu mengapa harus tanya saya apa yang harus anda lakukan untuk mengenal Al-Qur’an!! Kenapa anda bingung kemana mencari kebahagiaan hidup bersama Al-Qur’an??kenapa anda tidak tahu?? Dan mengapa anda merasa sulit mencari, mengejar, berusaha, mempelajari Al-Qur’an!!
Sedangkan kegiatan yang lebih dari itu anda bisa lakukan? Eehhh sista kata saya…” Sumpeh deh kalo yang mati tuh kagak ada yang dibacein puisi, semuanya dibacein Qur’an…you juga kan waktu lahir dan langsung di adzanin..!
Kenapa anda tidak mempelajari Al-Qur’an seperti halnya anda belajar bahasa Inggris, windows, Microsoft office,? Akutansi? Manajemen perusahaan? Atau seperti anda berdiam berjam-jam di perpustakaan ketika anda membuat makalah/tesis? Kenapa sulit mendatanginya padahal dengan mudah anda pergi ke Bali hanya untuk ikut partisipasi bersama Akang Tung Sem Waringin? Kenapa hujan dan jarak membuat enggan mempelajari Al-Qur’an padahal macet atau hujanpun tidak masalah ketika anda merasa sayang kalau absent private English di Jakarta Utara?? Dan sebagainya.
Pantas kan anda hanya dan sekali lagi hanya percaya saja bahwa Al-Qur’an itu pembawa bahagia dan kenikmatan…tapi anda sendiri tidak menyakininya…karena anda tidak mau bersusah payah mempelajarinya seperti halnya kepayahan anda mencari pekerjaan, belajar di sekolah, dll

Its jUst sToRY
Coba kira-kira enak nggak kalau kita membaca cerita di bawah ini:
“Mas, cepat donk shalat dhuha! Pokoknya aku nggak mau ketinggalan pengajian di masjid sunda kelapa. Sayang sekali. Suaminya menjawab. Sabar yah kan kita pake BMW. Mas, macet loh dijalan.. yuk kita pagi-pagi aja datangnya Ok kata suaminya.
Malam harinya sang istri melihat suaminya belum bangun tahajud, Mas bangun..kok gitu sih..malam tadi mas nggak baca Qur’an, sekarang malah ngak tahajud!! Mamih nggak suka loh gitu mas!! Aduh mih, bukan apa-apa, capek sekali, pulang dari kantor, mas langsung ke masjid di senayan, ada ustadz yang memberikan ceramah tentang manajemen Qur’an, jadi terlambat pulang malam tadi.”
Kebetulan mereka mempunyai 2 orang anak wanita dan pria. Karena Al-Qur’an itu menjadi bagian dari gaya hidup mereka dan inilah yang terjadi ketika anak perempuanya satu ketika malas membaca Al-Qur’an,”
Sang Ayah marah pada anak perempuanya,” Santi, kalau sehari saja papi ngak liat kamu baca setengah juz saja, umrahnya papi batalin bulan depan dengan Amani Travel (sori yah iklan dikit) .
” Si ibunya menambahkan lagi, “ Iyah tuh, kalau mami lihat kamu ngak buka-buka tafsir lagi, pokoknya mami nggak akan beliin bensin BMW kamu lagi.
” Adiknya ikut nyeletuk, Iya tuh mi, aku lihat dia cuman baca selembar aja, padahal aku dah 2 juz bacanya,”
Coba kita bayangkan, apakah tidak mungkin anak-anak seperti ini akan mengengam dunia? Apakah keluarga ini akan terpuruk dalam dunia? Apakah pantas keluarga ini bersinar hidupnya penuh kebahagiaan kelak? Apakah tidak mungkin kesuksesan mengiringi kemanapun mereka melangkah? Apakah mungkin kehidupan keluarga ini carut marut? Ditimpa kesulitan? Patutkah orang tuanya mendapat ketenangan? sampai matipun kedua anaknya akan selalu mendoakan mereka.
Ssiapa mereka? Mereka adalah ahlul Qur’an, para pengikut dan pengkaji Al-Qur’an, Sejak dini, hati dan akal mereka sudah dilekatkan pada satu buku milik penguasa Bumi dan langit.
Pantaskah kalau mereka mengatakan, “The World is mine….How about Your World????”

Semoga Bermafaat
Wa alaikum Salam Warahmatullahi Wa barakatuhu

Ustadz Ackman

Tandai Belum Dibaca | Hapus

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar