Senin, 29 Juni 2009

BERBUAT MANFAAT

BERBUAT MANFAAT

(Trilogi “Sekedar Nasehat”)

Occupation dan level t’lah tersemat
nama dan karya cipta pun tergurat
jenjang karir dan bisnis maju pesat
harta bertumpuk, tender kian lebat

Rumah megah, seni unik, berpahat
ornamen minimalis ragam warna cat
pagar kokoh, benteng kuat berkawat
busana necis bermerek plus langkat

Makan selalu opor ayam dan ketupat
tongseng, sate dan bakar ikan sepat
hamburger, pizza, hotdog dan donat
tak ada oncom demi mereguk lezat

Sangat berat saat memiliki pangkat
amanat padat ketika terima mandat
duduki tahta berdasarkan mufakat
hendak bekerja jujur agar tak dipecat

Saat iman rapuh matapun jadi jelalat
sikap pura-pura munculkan gelagat
lakukan korupsi membisikan isyarat
atur kode, sandi dan bersuara logat

Mengendap-endap seperti bangsat
merampas milik orang berbuat nekat
muncul penghalang digetok tongkat
tikam, pukul, hujam sampai ke jidat

Dekadensi moral terjerumus sindikat
menerima sogokan amplop pun dilipat
bila ada proyek saku selalu keciprat
modal dan keuntungan selalu disunat

Saat prestasi gemilang jaya menjabat
lakukan briefing dan mendadak rapat
lobi negosiasi atas namakan rakyat
kritis penuh ide kian sengit berdebat

Namun sayang laporanpun sering telat
belum kelar namun langsung minggat
duduk berpindah, berlari dan meloncat
semua dianggap memang sudah bakat

Tuk pertahankan tahta percaya keramat
rawat tuyul ambil langkah yang kafarat
orientasi hidup hanya judi penuh ibarat
telan harta yatim, haram dan syubhat

Penat lelah pegal pergi ke tukang pijat
luluri lotion hampari kulit ari dan jangat
all body tanpa kecuali hingga ke pantat
tersengal nafsu birahi sampai muncrat

Semua dianggap life style yang moderat
tingkatkan martabat mendapatkan plakat
ikuti tren hedonisme budaya gaya plagiat
gelontorkan pulus biar lolos tanpa digugat

Hai kawan, ancaman sangatlah berakibat
tidakkah teringat fenomena ba’dal mamat
faidzannujumu thumisat
wa idzassama’u furijat

waidzal jibalu nusifat
waidzar rusulu uqqitat
liayyi yaumin ujjilat
manusia kecil, hina dina bagaikan ulat

Tanpa bekal takwa pasti kelak melarat
waidzannufusu zuwwijat
waidzal mau’udatu suilat
biayyi dzanbin qutilat

Saat tiba kiamat menggema maklumat
geger, hancur, gempar menuai cacat
waidzal ardlu muddat
wa’alqot ma fiha watakhollat

Bila hanya ikuti hawa nafsu dan minat
membuahkan azab melanggar kodrat
kemaksiatan dianggap menjadi adat
bobrok kibuli, bodohi ayat muhkamat

Ku ingin nikah resmi lanjutkan duriat
ibadah penuh syukur dan berkhalwat
tunaikan sunah lewat cara yang sehat
halal bercinta kasih suci selalu terlibat

Ku harus bentengi diri pilar yang ketat
dosa, noda, nista mesti terus kugencat
menerangi hati asma Allah s’lalu kuingat
berkiprah manfaat demi jadikan berkat

Marilah semua dulur batur seluruh sobat
ciptakan cinta ukhuwah sebagai perekat
menjemput harapan yang sarat semburat
di haribaan-Nya menuai dekapan hangat

(Ustadz Awa Motivator Cinta)

Created : 7 Juni 2009


Tulisan alakadarnya ini dibuat sebagai komentar untuk seorang rekan yang menulis catatan :

Qta trbukti mampu ktika qta brmanfaat tuk org laen... *get your spirit friends...*
_____________

Arti Kata :

- gurat (gores, garis, coret yang dalam) --- tergurat (tergores)
- semat (sesuatu yang digunakan untuk mencocok dan melekatkan dua benda yang hendak dicantumkan) --- tersemat (sudah disematkan, sudah dicocokkan pada, telah tercantum, terlekat, terpateri)
- pahat (alat/perkakas bertukang berupa bilah besi yang tajam pada ujungnya untuk melubangi atau mengukir kayu) --- berpahat (telah dipahat, berukir)
- langkat (bersuji/bersulam timbul, waktu 3 hari dari sekarang)
- jelalat (melihat ke mana-mana dengan liar)
- gelagat (yang menjadi tanda atau alamat akan terjadinya suatu peristiwa)
- ciprat (memercik ke mana-mana) --- kecipratan (terciprat)
- sunat (berpotong kulup, khitan) --- disunat (dipotong)
- kafarat (tidak percaya kepada Allah dan rasul-Nya, keparat, kafir)
- syubhat (keragu-raguan atau kekurangjelasan tentang sesuatu karena kurang jelas status hukumnya, tidak jelas antara halal dan haram atau antara benar dan salah)
- jangat (kulit luar)
- hedonisme (pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup)
- plagiat (pengambilan karangan/pendapat orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan /pendapat sendiri, jiplakan)
- ba’dal mamat (setelah mati)
- faidzannujumu thumisat (“maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan”, Q.S. 77:8)
- wa idzassama’u furijat (“dan apabila langit telah dibelah”, Q.S. 77:9)
- waidzal jibalu nusifat (“dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu”, Q.S. 77:10)
- waidzar rusulu uqqitat (“dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka)”, Q.S. 77:11)
- liayyi yaumin ujjilat (“niscaya dikatakan kepada mereka: "sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?", Q.S. 77:12)
- waidzannufusu zuwwijat (“dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh)”, Q.S. 81:7)
- waidzal mau’udatu suilat (“dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya”, Q.S. 81:8)
- biayyi dzanbin qutilat (“karena dosa apakah dia dibunuh”, Q.S. 81:9)
- maklumat (pemberitahuan, pengumuman)
- waidzal ardlu muddat (“dan apabila bumi diratakan”, Q.S. 84:3)
- wa’alqot ma fiha watakhollat (“dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong”, Q.S. 84:4)
- muhkamat (merupakan ayat yang menunjukkan makna secara jelas, tidak samar)
- duriat (keturunan, anak cucu, benih, bibit)
- langsat (pohon yang buahnya menyerupai duku, menggambarkan warna kuning yang menyerupai langsat/duku)
- khalwat (pengasingan diri untuk menenangkan pikiran, dsb) ---- berkhalwat (mengasingkan diri di tempat yang sunyi)
- gencat (bencat, terhenti, terbantut) --- menggencat (menghentikan)
- berkat = berkah (karunia Tuhan yang membawa kebaikan dalam hidup manusia)
- dulur (saudara)
- batur (bhs sunda/jawa : teman)
- semburat (memancarkan cahaya, bersinar)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar