Senin, 29 Juni 2009

Kefakiran Seorang Hamba

Suatu hari Rasulullah saw sedang duduk diberanda rumahnya bersama beberapa sahabat nya. Pada saat itu ada seseorang melintas dihadapan mereka. Tampak dari keadaannya, ia adalah seorang yang kaya dan bangsawan. Rasulullah bertanya kepada para sahabatnya, “Bagaimana pendapatmu tentang orang yang baru melintas tadi?” Mereka berkomentar, “Dia termasuk golongan bangsawan. Demi Allah, orang tersebut pasti diterima jika melamar seorang wanita dan jika meminta sesuatu kepada orang lain, pasti dikabulkan. Demikian juga bicaranya pasti didengar dan orang-orang miskin pasti mengharapkan kebaikan darinya.”

Rasulullah hanya terdiam beberapa saat. Tidak berapa lama, seseorang melintas lagi dihadapan mereka. Tampak dari keadaannya, ia adalah seorang yang miskin. Pakaiannya lusuh, tapi terpancar dari wajahnya ketaqwaan. Ia mengucapkan salam kepada Nabi dan para sahabatnya. Setelah Rasulullah menjawab salamnya, Nabi bertanya kepada para sahabatnya, “Bagaimana pendapatmu tentang orang yang baru melintas tadi?” Mereka berkomentar, Dia termasuk golongan fakir. Jika melamar seorang wanita pasti ditolak dan jika meminta sesuatu kepada orang lain, pasti tidak akan dikabulkan dan jika berbicara pasti tidak akan didengar. Orang-orang banyak yang menjauhinya karena takut ia akan meminta.” Rasulullah bersabda, “Orang ini lebih baik derajatnya disisi Allah dibandingkan jika seluruh bumi ini dipenuhi oleh orang yang pertama tadi melintas. (HR Mutafaqun Alaihi)

Rasulullah melanjutkan, Banyak orang yang kusut dan berdebu, lemah dan dihinakan bahkan semua pintu menolaknya, tetapi kalau dia meminta sesuatu kepada Allah Azza wa Jalla tentu dikabulkan. Takutlah kalian terhadap orang yang teraniaya dan yang di-dzalimi karena tidak ada pembatas antara dia dengan Allah. Semua yang ia minta Allah penuhi. (HR Muslim)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar