Senin, 29 Juni 2009

Doa dan Dzikir

Dalam sebuah kajian, seorang ulama menjelaskan perbedaan antara Dizkir dan Doa.

Doa adalah memohon dengan sepenuh hati kepada Allah dengan kebaikan yang ada disisi-Nya agar mengabulkan sesuatu yang kita kehendaki. Allah mengajarkan kepada kita untuk bermohon kepada-Nya dengan mempergunakan nama-Nya yang Allah SWT sebut dengan asma’ al-husna.

Allah berfiman di QS Al A’Raaf [7]: 180, “Hanya milik Allah asma’ al-husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma’ al-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan dari apa yang telah mereka kerjakan.”

Dzikir adalah segala macam bentuk mengingat kepada Allah dengan mengucapkan kata-kata tahlil, tasbih, tahmid, dan takbir yang bersumber dari Quran dan Sunnah Rasulullah saw.

Allah berfirman dalam QS Al Ahzab [33]:41-42, “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.”

Rasulullah saw bersabda, “Ketika seorang berdzikir dengan kalimat SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WA LA ILAHA ILLALLAH WALLAHU AKBAR, maka bacaan itu lebih aku sukai daripada mendapat kekayaan sebanyak apapun dibawah sinar matahari.” (HR Muslim)

Bolehkah kita berdzikir dengan asma’ al husna?

Rasulullah tidak pernah mengajarkan hal ini. Demikian juga ketika kita mengharapkan dengan menyebut salah satu dari asma’ al husna yaitu Ar Razaq (Yang Maha Pemberi Rezeki) sebanyak 100x maka Allah SWT akan membuka pintu rezeki buat kita. Hal ini juga tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah saw.

Walahu ‘Alam bissawab…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar