Sabtu, 27 Juni 2009

VIRUS-THAGHUT MALAPETAKA HARI INI !

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya”. (QS. An Nisaa’ : 60)

Jika gerakan reformasi yang diharapkan dan didukung seluruh komponen bangsa dalam format NKRI tidak mampu lagi menyelesaikan krisis multidimensional bangsa Indonesia, apakah bangsa ini akan dibiarkan terkatung-katung dalam ketidakpastian tanpa tindakan-tindakan strategis yang akan menyelamatkannya. Apakah gerakan reformasi yang mulai diragukan keampuhannya akan dibiarkan bergerak tidak menentu sehingga bangsa ini menemui kehancurannya. Bahkan jika para pakar, politisi, cendekiawan dan masyarakat luas sudah menganggap reformasi mati muda, apakah kita akan membiarkan rezim penguasa berbuat semaunya tanpa tindakan yang merubah keadaan. Membiarkan rakyat menderita, membiarkan para penjahat dan koruptor berleluasa, membiarkan kehancuran bangsa adalah tindakan pengkhianatan terhadap para pahlawan yang dulu telah mengorbankan nyawa mereka untuk bangsa ini. Bahkan lebih jauhnya lagi adalah tindakan yang telah melanggar amanah Sang Pencipta yang menghendaki tegaknya keadilan, kemakmuran dan keamanan di muka bumi. Kehancuran bangsa ini tidak boleh dibiarkan karena menyelamatkannya adalah tuntutan kemanusiaan sekaligus perintah Alloh ‘Azza wa Jalla.

Apa yang terjadi pada negeri Indonesia berupa kerusakan yang menyeruak ke semua lini dan melingkupi seluruh aspek kehidupan masyarakat dengan menyajikan berbagai bentuk perpecahan dan konflik sepertinya telah menyelimuti jiwa-jiwa rakyatnya dan elite penguasa. Rakyat dikuasai oleh Negara yang hanya berisi ambisi pribadi, kepentingan golongan, dekadensi moral, pola penerapan keputusan yang membingungkan dan kerakusan masing-masing pihak untuk menguasai negeri ini.

Pendidikan mahal, BBM naik, harga kebutuhan pokok semakin melonjak, pengangguran bertambah karena sedikitnya lapangan pekerjaan dan tingkat upah buruh yang rendah. Sementara itu moral dan akhlak generasi mudanya terbelenggu oleh buaian narkoba, freesex dan watak hedonisme. Maka merebaklah kriminalitas, ambisi berkuasa dan kedzoliman. Terlihat jelas pada aspek interaksi sosial dengan adanya kebrutalan didalam tatanan masyarakat yang selalu bergejolak memperebutkan kekuasaan. Pada aspek hukum dengan indikator yang begitu nyata menyudutkan kebenaran pada posisi lemah-tertindas, terlihat lengkap di balik permasalahan ketidakadilan dan ketidak-berdayaan-nya lembaga peradilan dikarenakan akhlaq akademis manusianya mengadopsi hukum kolonial. Begitu pula ambruknya akhlak ummat ketika mengembangkan sains dan teknologi sebagai ambisi ekspansif bangsa dan negara karena dikemas untuk memenuhi kepentingan materialis dan individualis.

Keadaan ini akan terus turun-temurun melahirkan gejala keraguan kepada ketentuan Alloh ‘Azza wa Jalla. Gejala keraguan pada masyarakat dapat teridentitaskan melalui untaian ritus penyembahan berhala. PENYEMBAHAN BARU! BERHALA-BERHALA BARU! Penyembahan dimana aktivis-aktivis difitnah dan dipenjarakan, dikarenakan mereka berda’wah meninggikan Hukum Alloh; penyembahan dimana emosi, jalan pemikiran, cara hidup, patriotisme, nasionalisme, dinilai hanya dengan uang, kedudukan dan bintang jasa; penyembahan dimana kesenangan inderawi dipuaskan oleh sex bebas, narkotik-miras, atau tarian erotis pengugah birahi; penyembahan dimana nilai dan norma luhur bangsa dibarter dengan budaya impor imperialis; penyembahan dimana kedaulatan bangsa terjual demi keserakahan penguasa; penyembahan dimana bangsa Indonesia yang ‘katanya’ berdaulat telah terjajah kembali oleh Amerika bin zionis Yahudi laknatullah.

Jika kita kaji lebih mendasar kesatu titik bagaimana Islam memandang suatu perkara memang begitu jelas. Karena kita akan menemukan akar permasalahan yang terjadi pada ummat ini adalah akibat ideologi yang dianut ummat, Bangsa dan Negara yang menguasainya. Ideologi Ummat Islam Bangsa Indonesia yang kini dianut, bahkan diberhalakan menjadi satu acuan-rujukan berkehidupan merupakan ideologi thaghut. Ideologi yang timbul dari produk pemikiran manusia. Pro kontra, konflik horizontal, fitnah dan berbagai macam kekusutan tatanan pada kondisi ummat yang berideologi thaghut tak dapat dibendung bahkan tidak akan mungkin selesai. Tepatlah kiranya dan merupakan satu sikap revolusioner, disaat jari telunjuk Sayyid Quthb menuding ke arah penguasa Mesir ketika mereka membujuknya supaya mau menerima jabatan pada satu kementrian. Dan ia berkata: “Sesungguhnya jari telunjuk yang teracung mempersaksikan keesaan Alloh di dalam sholat ini, menolak menulis satu huruf pun untuk mengakui hukum thaghut!”. Dan jauh sebelumnya Alloh ‘Azza wa Jalla juga telah memberikan rambu peringatan pedas kepada kita semua dalam firman-Nya: Apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri”. (QS. Asy Syuura: 30).

Wa ‘l-Lahu A’lamu bi’sh-shawwabi

Billaahi Hayaatunaa walloohu Fii Hayaati ‘l-Must’adz’afiin


http://revolusiana.blogspot.com/2009/06/tugas-mendesak.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar