Senin, 29 Juni 2009

Merangkul Al-Qur’an….The World is Mine!!! (Part One)

Sekapur Sirih
Saya bertanya pada seorang pemuda selepas shalat di masjid, “ Ente percaya nggak kalau Qur’an itu mukjizat? eeh, bener kagak, kalau Qur’an itu bakal ngebahagiain elo? Reaksi si pemuda mungkin bermacam-macam. Mungkin marah, mungkin biasa saja atau tidak bereaksi sama sekali, atau mungkin kaget.
Kita ambil saja reaksi si pemuda ini marah, kira-kira jawabannya seperti ini “ Bapak ini siapa sih! orang Islam bukan? Tahu nggak pak, Qur’an itu kalamullah, kalau bapak mau bahagia dunia akhirat, bapak harus menjadikan Qur’an sebagi imam, sebagai pertunjuk, sebagai hudan, masa bapak nggak percaya sih, kualat loh pak”
Karena terlihat sudah spaneng, saya cepat-cepat minta maaf, “ Maaf deh mas, maklum GAPIS!! Apa tuh! Kata si pemuda masih marah !! Ooh itu, itu singkatan saya sendiri alias gagap Islam.”
Saya bertanya lagi, “ Pingin tuh Qur’an jadi pelita alias jadi motivator dalam hidup ane, coba deh mas bagi informasi, gimana caranya,”
Mulai si pemuda mulai kebingungan menjawabnya, “ Coba deh bapak tanya ke Imam masjid, soalnya saya harus buru-buru pulang.” Ntar dulu mas, dari mana tahunya kalau Al-Qur’an itu mukjizat? Bisa ngebahagiain saya, bisa jadi petunjuk ke jalan yang benar, minimal untuk hidup ane deh? Apa buktinya kalau Qur’an itu akan menjadikan selamat dan bahagia kalau kita mau mengikutinya? Tolong deh ajarin aku mas? Please mas..
Si pemuda terdiam, saya tanya lagi, “Emang ente sudah bisa baca Al-Qur’an?” kalau jawabanya belum, saya pasti akan bilang begini, “ Dari mana anda tahu bahwa Al-Qur’an itu mukjizat? dan Qur’an itu bisa menyelamatkan sekaligus memberi kebahagiaan bagi kita? Sedangkan anda belum bisa baca Al-Qur’an? Si pemuda mungkin jawabannya begini, “Loh semua orang bilang begitu kok?” atau begini, “ Kata ustadz saya atau kata guru ngaji, atau kata bokap gue, kata engkong gue..atau yang lebih cunihin lagi, kata calon gue??

Reaksi Kita
Bagaimana reaksi kita mendengar jawaban diatas, kaget! marah! biasa aja tuh! atau nggak tahu! Atau begini, “Bagaimana anda tahu Qur’an itu the way of life? anda mungkin sudah bisa membacanya, tapi bisa nggak mengartikan Al-Qur’an?? Apakah anda bisa menafsirkan Al-Qur’an? sedangkan anda mengartikannya aja tidak bisa? Apakah anda bisa merenung makna Al-Qur’an sedang menafsirkannya saja tidak bisa! Begaimana anda bisa merangkul Al-Qur’an, sedangkan anda saja tidak bisa berkomunikasi dengannya!! Dan terakhir bagaimana Al-Qur’an akan membahagiakan anda sedangkan anda tidak mencoba merangkulnya! anda tidak mencoba menarik perhatian Al-Qur’an agar dia masuk kedalam kehidupan anda!! Yang paling sulit lagi kalau ditanya bagaimana kita bisa mengaplikasikan Qur’an dalam kehidupan keseharian kita, kalau cuman bisa baca, tapi tidak berusaha cari tahu!!
"Saya tahu artinya kok! Kan sudah banyak terjemah Al-Qur’an! Tinggal baca aja kan..beres!!"
ok kalau begitu, tapi apa mungkin saya bisa menikmati alur cerita dan gaya bahasa buku-buku Shakespeare, sedangkan yang saya baca cuman terjemah Indonesia!! Jangan sebut saya menikmati keindahan bahasa yang dipakai oleh akang Shekespeare dong kalau saya hanya bisa membaca terjemahan nya saja.
Kalau anda cukup puas dengan membaca terjemah Al-Qur’an saja misalnya, maaf ya bro/sis berarti kita belum bisa menikmati keindahan bahasa Al-Qur’an. Kalau kita belum bisa menikmati keindahan Al-Qur’an berarti kita belum atau tidak yakin akan mukjizatnya Al-Qur’an. Apalagi menjadikan Qur’an sebagai sumber inspirasi, sebagai motivator, atau yang lebih keren lagi bagaimana mungkin menjadi sumber bahagia!!
Mana mungkin ada keyakinan bahwa Qur’an akan bisa membahagiakan kita!, Mana mungkin Qur’an akan menjadi penyelamat !, mana mungkin Qur’an menjadi solusi dalam setiap permasalahan?
Karena selama ini, keyakinan yang ada dalam benak kita, hanya menurut, sekali lagi hanya menurut orang, menurut khotib jum’at, menurut guru ngaji, ustadz , kyai dll kita sendiri belum bisa membuktikannya. Jadi wajar saja kita jauh dari harapan kita sendiri, kita yakin akan mukjizat Qur’an, namun sayang sekali keyakinan itu tidak bisa kita selidiki lebih lanjut.

Apa Salah Cuman Baca Terjemah!!
"Apa salah kalau nggak tahu artinya, tapi saya baca terus kok tiap hari?? Tidak salah silahkan, membacanya pun berpahala seperti yang terdapat dalam sebuah hadist:

"Bacalah Al-Qur`an!, maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat (penolong) bagi yang membacanya.” (HR Muslim)

Begitu besar pahala orang yang membaca Al-Qur’an dan kita temukan banyak hadist lainnya yang memberi anjuran agar terus membaca Al-Qur’an.
Cuman begini bro/sis yang saya maksud, apakah dengan hanya sekedar membaca..enk..ink..enk..anda sudah dianggap menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup? Apakah dengan begitu Qur’an sudah mau berteman dengan anda? Apakah Qur’an sudah mulai tertarik dengan anda? Apakah Qur’an mau membuka diri dan memberi solusi terhadap semua permasalahan anda?
Padahal jelas sekali Al-Qur’an menyebutkan:
“Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tidak memikulnya (tidak tahu maksdunya) adalah seperti keledai yang membawa Kitab-Kitab yang tebal….. “ (QS. Al-Jumuah: 5)

Kalau menurut peribahasa sunda, seperti monyet ngagulung kalapa (monyet yang selalu bawa kelapa) si monyet tahu di dalam kelapa ini ada air dan kulit yang enak, tapi dia tidak tahu cara membukanya. Akhirnya kemanapun dia pergi kelapa itu dia bawa terus.
Memang benar Qur’an selalu kita baca,...wah seperti saya sendiri. Apalagi kalau hati sedang gundah gulana, pedih, sakit hati, merana, terpuruk..pasti saya seringmembacanya karena pasti membuat hati tenang. Apalagi kalau datang bulan ramadhan..pasti deh setiap malam, setiap waktu saya baca.
Cuman itu saja!! Iyah.saya cuman bisa begitu…!!
Jadi 24 jam anda hidup, dikalikan dengan usia, berarti dikit bangedh berkonsultasi dengan Qur’an! Sedikit sekali bercengkrama dengan Al-Qur’an!!
Kalau begitu pantas saja Qur’an tidak mau atau tidak sudi mendekatimu…..!!
Pantas saja setiap masalah yang kamu hadapi meskipun kamu sering membacanya..yah cuman dapat tenang saja hati…tapi solusi!!! Yah nggak ada!!
Jadi gimana donk…tadz..!! Aq harus gimana!! Gimana caranya!!

To be continued

Tandai Belum Dibaca | Hapus

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar