Senin, 29 Juni 2009

CINTA TAK PERCUMA

CINTA TAK PERCUMA

Allah ciptakan semesta dengan saksama
langit bumi terhampar indahnya panorama
Allah karuniakan kasih sayang tuk bersama
Allah pertemukan cintanya shinta dan rama

Ikrar syahdu terjalin mesra papa dan mama
janji seia sekata demi meniti hidup seirama
niat teruskan keturunan tunaikan sunah jima
melalui perantaraannyalah kini aku menjelma

Perjuangan mereka terus tanpa titik dan koma
tulus dan ikhlas dilakukan dengan cuma-cuma
ketika lahir ke dunia segera kudiberikan nama
dimuliakan, selamat dan dijadikan kuberagama

Tiap hari mereka bekerja di kantor atau huma
gigih tak ada rasa penat meski banyak hama
rajin tanpa pernah letih tuk menepiskan gulma
semangat kuat meski resiko kena lahar magma

Saat bayi kudilatih jalan, bicara berbagai tema
riang tawa ketika membaca dan makan delima
bermain kelereng, ular tangga, ludo dan halma
dibimbing hitungan, rumus segitiga dan prisma

Kudiajari mengaji, akhlak dan rukun yang lima
kudibina puasa saat ta’jil dengan tiga biji kurma
dibiasakan berzakat shadaqoh bantu sesama
rajin, sabar, tidak musyrik dan sifat menerima

Ketika menginjak remaja kutunaikan darma
kerja di PT, CV, yayasan, koperasi atau firma
jalankan tanggung jawab aturan sesuai norma
pengabdian loyalitas menjadikanku kian prima

Ku ingin mantap, hebat, ksatria laksana bima
ramah sopan terhindar perilaku seperti puma
jujur jadi PNS, perwira, bintara atau tamtama
karyawan atau usahawan bersikap mahatma

Ku tinggal dengan orang tua yang cukup lama
ingin kuakhiri masa lajang yang penuh dilema
kutiti dengan ilmu dan akhlak hadapi problema
menggapai cinta terhindar dari zinah senggama

Ya Allah, ridho-Mu ada pada ridho abah ema
kutitip salam kecup dan kangen untuk bederma
cinta sayang moga terhindar buruknya karma
kusapa aga kareba o genki desu ka ni hao ma

Tetap shalat bersama meski saat sakit asma
kupeluk hangat meski mereka kena glukoma
do’a jihad mengiringi gangguan edar plasma
menjadi anak sholeh hingga mereka opa oma

Ku tak ingin putus silaturahim kewajiban utama
la yadkhulul jannata qothi’, ya’ni qothi’a rohima
indahnya bermesraan di bawah sinar purnama
allahummaghfirli wa liwalidayya warhamhuma

Ya Allah, hati tak terasa lelah selalu menggema
berzikir asma-Mu dan baca surah mulai pertama
meski senandung tertatih-tatih hingga juz ‘amma
lantunkan do’a bait cinta mesra selarasnya rima

Ku kan slalu berbakti sebelum dicabutnya sukma
sebagai tanda cinta pada Allah seharum kusuma
ku selalu berbuat baik meski tlah meregang atma
mengisi harinya mengantarkan hati yang sugema

(Ustadz Awa Motivator Cinta)

Created : 5 Juni 2009


Tulisan alakadarnya ini dibuat sebagai permintaan seorang teman : ”Tadz, boleh minta tolong g? buatin puisi ttg cinta (cinta kepada Allah, pada orang tua)”, yang diajukan tanggal 4 Juni 2009, pukul 17.05 WIB.

Mudah-mudahan dapat dijadikan ibroh (pelajaran) sekaligus referensi seputar :

1. Penciptaan Allah (termasuk cinta) mempertemukan kedua orang tua
2. Waktu kita lahir ke dunia (setelah melewati alam kandungan)
3. Diasuh, diajari/dibimbing, dan dibesarkan orang tua
4. Menginjak masa baligh dan dewasa
5. Hidup mandiri (bekerja) dengan tetap berbakti dan berbuat baik pada orang tua
6. Berumah tangga demi menghindari diri dari zina (tetap menjalin silaturahim, mendo’akan, berbakti, berbuat baik kepada orang tua) sebagai tanda cinta kita pada Allah.
7. Berbakti sampai masa tua orang tua kita, termasuk menjelang meninggalnya, serta setelah meninggal dunia harus tetap berbuat baik, menjadi anak yang sholeh yang selalu mendo’akan orang tua.
______________

Arti Kata :

- saksama (teliti, cermat)
- rama (tokoh laki-laki dalam pewayangan, ayah)
- jima (melakukan hubungan badan)
- huma (ladang padi di tanah kering, tanah yang baru ditebas hutannya)
- gulma (tumbuhan pengganggu)
- magma (lelehan batuan pada kerak bumi yang sangat panas)
- halma (permainan di atas papan atau karton bergambar bintang bersudut enam)
- prisma (bentuk tertutup oleh gabungan dua daerah, biasanya berbentuk segitiga dan tiga daerah berbentuk empat persegi panjang; zat padat yang mempunyai bentuk geometris dengan dua bidang sejajar yang identik)
- darma (kewajiban, tugas hidup, kebajikan)
- prima (pertama, sangat baik, utama)
- bima (tokoh ksatria dalam pewayangan)
- puma (jenis kucing besar buas yang berwarna cokelat kemerah-merahan yang hidup di benua Amerika)
- tamtama, bintara, perwira (tingkat kelompok pangkat dalam ketentaraan dan kepolisian)
- mahatma (jiwa besar)
- ema (bhs sunda : ibu) --- abah (ayah)
- derma (pemberian atas dasar kemurahan hati) --- bederma (memberi derma)
- karma (perbuatan manusia ketika hidup di dunia, hukum sebab-akibat)
- ni hao ma (bhs china) --- aga kareba (bhs makasar) --- o genki desu ka (bhs jepang), artinya “apa kabar (mu)?”
- asma (penyakit sesak napas, bengek) --- asma’ (nama untuk sifat Allah)
- glukoma (jenis penyakit pada mata)
- plasma (barang cair tidak berwarna yang menjadi bagian darah)
- oma (nenek) --- opa (kakek)
- rohima (kasih, silaturahim, sambung hubungan kasih) --- “la yadkhulul jannata qothi’, ya’ni qothi’a rohima”, “tidak akan masuk surga, orang yang memutuskan”. Sufyan Ats-Tsauri mengatakan dalam riwayatnya : “Maksudnya, orang yang memutuskan tali silaturahim”. (H.R Bukhari 10/347 dan Muslim No. 2556)
- warhamhuma (dan kasihanilah mereka berdua) --- merupakan do’a untuk kedua orang tua : “allahummaghfirli wa liwalidayya warhamhuma”, “ya Allah ampunilah dosaku dan kedua orang tuaku dan kasihanilah mereka berdua”. Bisa ditambahkan “kama robbayani shoghiro”, (“sebagaimana mereka berdua telah mengasihaniku sejak kecil”)
- rima (pengulangan bunyi yang berselang, baik di dalam larik sajak maupun pada akhir larik sajak yang berdekatan)
- juz ‘amma (juz ke-30 di dalam Al-Qur’an, dimulai surah An-Naba’, surah ke-78, yang diawali kalimah ‘amma yatasa’alun”, sehingga dikenal dengan istilah juz ‘amma)
- sukma (jiwa, nyawa)
- kusuma (bunga; perempuan yang cantik, elok, molek; bangsawan)
- atma (jiwa, nyawa, roh)
- sugema (bhs sunda : bahagia, senang, puas)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar