Sabtu, 27 Juni 2009

DOA MASYARAKAT MADANI (2)

Saya menyebut doa sebelum dan sesudah tidur sebagai doa masyarakat madani, yaitu sebuah doa yang dipanjatkan oleh seorang muslim yang tidak hanya merindukan tetapi juga berjuang sungguh-sungguh mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat madani untuk menyambut tegaknya khilafah Islamiyyah. Barangkali ada yang menganggap berlebihan apabila saya mengatakan bahwa doa-doa itu akan mengantarkan masyarakat muslim menuju tegaknya khilafah Islamiyyah. Tetapi saya sangat percaya bahwa apa yang telah Allah ciptakan tidak akan pernah sia-sia, termasuk juga kalimat-kalimat dalam doa itu yang terucap melalui lisan Muhammad Rosulullah saw. Apakah kita yang akan menjadikannya sia-sia denganmengucapkannya tanpa kesadaran akan kehidupan dan kemanusiaan? Sampai kapan kita akan terus tenggelam dalam ritual-ritual agama yang kering tanpa makna?

Duhai putri kecilku...
Teruslah berdoa sampai engkau menyadari, disaat kesendirianmu dan dipuncak kelelahanmu, bahwa ketenangan hidup hanya ada bersama Allah, engkau sandarkan dirimu kepada-Nya, biarkan tenggelam dalam pengetahuan-nya hingga engkau tiada: tiada dalam rasa, pikir, kehendak dan gerak. Karena yang ada hanyalah rasa, pikir, kehendak dan gerak Allah. Dan jika benar engkau telah sampai pada ketiadaan, akankah engkau tersakiti oleh hasrat-hasrat dunia-akhirat? Kelak, jika engkau telah tersadarkan dan dapat memahami keberadaan dirimu, panjatkanlah puji syukur kepada Allah yang telah menghadirkan engkau kembali kepada kehidupan bersama orang-orang di sekitarmu. Pada saat itu, engkau tidak lagi sendiri, engkau ada bersama mereka, bahkan engkau adalah mereka. Jika engkau telah merasakan kehidupan, maka mereka pun harus merasakan kehidupan pula. Dan jika engkau mati, secara perlahan-lahan merekapun akan mendatangi kematian pula. Temui, dan ajaklah mereka kembali.

Begitulah, melalui doa sebelum dan sesudah tidur, Muhammad Rosulullah saw menyiapkan pribadi-pribadi muslim untuk menegakkan tatanan kehidupan masyarakat madani. Pribadi muslimyang diperlukan dalam tatanan kehidupan masyarakat madani adalah pibadi yang menyadari dirinya sebagai hamba Allah sekaligus juga menyadari dirinya sebagai Khalifah-Nya.

Doa sebelum tidur memelihar penghambaan seorang muslim bahwa seluruh kehidupan dan kematiannya adalah pengabdian terus-menerus kepada Allah. Melalui doa itu, ia melihat dirinya sebagai makhluk individual, yang ada hanyalah ia dan Tuhannya. Perhatikan: kata ganti dalam kalimat doa sebelum tidur menggunakan kata ganti orang pertama tunggal lalu berubah menjadi kata ganti orang pertama jamak/plural pada kalimat doa setelah tidur. Itu berarti setelah seorang muslim terbina secara individual, ia bangkit sebagai makhluk sosial menyebarkan kesadaran itu kepada individu-individu lainnya.

Salam,
http://sutris.blogspot.com/2009/06/doa-masyarakat-madani-2.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar