Sabtu, 04 Juli 2009

ZUHUD

“Apa yang disisi mu akan lenyap, dan apa yang ada disisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An Nahl [16] 96-97

Zuhud tidak identik dengan miskin, apalagi malas bekerja. Zuhud adalah prinsip hidup yang berarti tidak mau diatur oleh dunia. Orang yang zuhud adalah orang yang dikaruniai keluasan dunia namun tidak mau diperbudak olehnya, tidak tertipu oleh godaannya. Sebaliknya, dirinyalah yang mengatur dunia tersebut sehingga menjadi bekal baginya untuk kehidupan di akhirat kelak.

Rasullah bersabda, “Jika engkau menggantungkan hidupmu pada dunia, maka Allah SWT akan menyerahkan urusan mu pada dunia, jika engkau menggantungkan hidupmu kepada Allah SWT semata, Allah SWT akan jadikan dunia mendatangimu dengan sukarela.” (HR Ahmad)

Ada seorang sahabat Rasulullah bertanya, “Wahai Rasulullah tunjukanlah kepadaku suatu amalan yang jika aku mengerjakannya maka aku akan dicintai Allah dan dicintai oleh manusia?” Nabi menjawab, “Janganlah kamu rakus terhadap dunia, pasti Allah mencintaimu dan janganlah kamu rakus terhadap hak orang lain, pasti manusia akan mencintaimu.” (HR Ibnu Majah)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar