Selasa, 07 Juli 2009

CERITA BARU TENTANG KURA-KURA & KANCIL

Suatu hari Kura-kura dan Kancil berdebat tentang siapa yang lebih cepat. Mereka menyetujui jalur tertentu untuk bertanding dan mulailah mereka bertanding.

Sang Kancil melesat dengan cepat dan setelah merasa jauh melampaui Kura-kura, dia berhenti sejenak di bawah pohon untuk beristirahat sebelum memulai lagi perlombaannya.

Sang Kancil terduduk di bawah pohon dan akhirnya tertidur. Dan Kura-kura berhasil melampauinya dan keluar sebagai juara.

Sang Kancil terbangun dan mendapatkan dirinya kalah di dalam perlombaan tersebut.

Maksud dari cerita ini adalah mereka yang lambat, apabila konsisten, akan dapat memenangkan pertandingan.

Ini adalah cerita yang biasa kita dengar sejak masa kecil.
_________

Baru-baru ini seseorang bercerita versi baru yang lebih menarik. Rupanya ceritanya bersambung…

Sang Kancil sangat kecewa dengan kekalahannya lalu melakukan analisis penyebabnya. Dia sadar bahwa dia kalah karena terlampau percaya diri, kurang hati-hati dan terlena.

Kalau saja dia bisa lebih waspada, maka tidaklah mungkin Kura-kura bisa mengalahkannya.

Lalu ditantangnya lagi Kura-kura tersebut untuk melakukan lomba ulang yang disetujui oleh Kura-kura.

Dan kali ini, sang Kancil menang mutlak karena dia berlari tanpa henti.

Maksud dari cerita ini adalah:
Cepat dan konsisten akan mengalahkan yang lambat dan konsisten.

Kalau ada dua orang di perusahaan, yang satu lambat, pakai metode dan handal, sedangkan yang satu lagi cekatan dan handal, maka yang cepat dan handal akan maju lebih cepat.

Lambat asal Konsisten itu bagus, akan tetapi lebih bagus lagi kalau Cepat dan Konsisten.

Tetapi ceritanya tidak hanya sampai di sini…

Kali ini sang Kura-kura mulai berpikir dan sadar bahwa tidaklah mungkin berlomba dengan Kancil pada jalur seperti yang lalu.

Setelah berpikir keras, kali ini Kura-kura menantang sang Kancil untuk berlomba lagi pada jalur perlombaan yang berbeda.

Sang kancil setuju.
Mereka mulai berpacu dan sang Kancil berlari dengan cepat tanpa berhenti sampai akhirnya terpaksa berhenti di tepi sungai, karena harus menyeberang.

Rupanya garis finish-nya terletak beberapa ratus meter setelah tepi di seberang sungai.

Sang Kancil bingung tidak tahu harus berbuat apa. Dan tak lama kemudian muncul Kura-kura menyusul dan dengan santainya menyeberang sampai ke garis finish dan memenangkan pertandingan.

Maksud cerita ini adalah :

Pertama, temukan kompetensi inti Anda, kemudian carilah tempat bertanding yang sesuai dengan kompetensi inti Anda.

Di Perusahaan, kalau Anda pandai berbicara, carilah kesempatan untuk memberikan presentasi, sehingga pimpinan Anda bisa melihat kemampuan Anda.

Kalau Kekuatanmu adalah menganalisis, carilah peran yang membutuhkan kemampuan analisis.
Bekerja pada Kekuatanmu bukan hanya menunjukkan kehebatanmu, akan tetapi juga menciptakan kesempatan untuk maju dan berkembang.

Kalau Kekuatanmu adalah mengorganisir, carilah peran untuk mengorganisir sesuatu kegiatan penting agar perusahaan tahu bahwa Anda mungkin pantas menjadi Manager.

Kalau Kekuatanmu adalah waspada dan teliti, carilah peran yang membutuhkan kewaspadaan dan ketelitian seperti peran yang terkait dengan keselamatan, hukum atau keuangan.

Ceritanya belum selesai lho…

Kali ini sang Kancil dan Kura-kura menjadi bersahabat dan mulai memikirkan solusi masalah bersama sama. Keduanya sadar bahwa lomba yang terakhir bisa dilakukan dengan jauh lebih baik.

Jadi, mereka memutuskan untuk melakukan perlombaan lagi, cuma kali ini mereka berlari dalam satu team.

Mereka mulai berlari …… Mula mula sang Kancil menggendong Kura-kura sampai ketepi sungai, kemudian di sini Kura-kura yang menggendong Kancil untuk menyeberangi sungai.

Di seberang satunya Kancil mulai menggendong Kura-kura lagi sampai ke garis finish. Sampai di garis finish keduanya merasa puas karena berhasil tiba dengan waktu yang jauh lebih cepat daripada lomba sebelumnya.

Maksud cerita ini adalah:

Bagus menjadi orang yang brilian dan mempunyai kompetensi inti yang kuat; akan tetapi tanpa bisa bekerjasama di dalam suatu team dan menjalin masing-masing kompetensi inti, hasilnya tidak akan maksimal, karena selalu ada situasi di mana Anda berkinerja kurang, sedangkan rekan lainnya lebih baik.

Kerjasama adalah masalah kepemimpinan yang sesuai dengan situasi, yaitu dengan memberikan kesempatan kepada seseorang yang memiliki kompetensi inti yang sesuai dengan situasi mengambil alih kepemimpinan.

Ada lagi yang dapat dipelajari di sini :

Catat bahwa baik Kancil maupun Kura-kura tidak pernah menyerah setelah mengalami kegagalan.
Bahkan Sang Kancil bekerja lebih keras setelah kegagalannya.

Sedangkan Kura-kura mengubah Strateginya karena dia sudah berusaha sekuat tenaga.

Dalam hidup, kalau kita menghadapi kegagalan, terkadang bisa diatasi dengan bekerja lebih keras dan menambahkan usaha.

Kadang akan lebih cocok untuk mengubah Strategi dan melakukan sesuatu yang berbeda. Dan terkadang lebih cocok melakukan keduanya.

Keduanya juga belajar sesuatu pelajaran yang sangat penting. Kalau kita berhenti berkompetisi dengan saingan kita lalu mulai berkompetisi dengan situasi, kita akan bisa mendapatkan kinerja yang jauh lebih baik

Ringkasnya, cerita ini mengajarkan banyak hal pada kita.

Pelajaran yang penting adalah:
• Bahwa cepat dan konsisten akan selalu lebih baik daripada lambat dan konsisten;
• Berperanlah pada kompetensi inti;
• Kumpulkan kekuatan dan bekerja di dalam team akan selalu mengalahkan jagoan individu;
• Jangan pernah menyerah kalau gagal;
• dan akhirnya, bersainglah melawan situasi, jangan melawan pesaing.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar