Selasa, 07 Juli 2009

SAATKU TELAH TIBA

Perlahan…. tubuhku ditimbun tanah
Perlahan…. semua pergi meninggalkanku
Masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka
Aku sendirian…. di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
Sendiri…. menunggu keputusan….

Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi….
Anak, yang di tubuhnya mengalir darahku, juga pergi
Apalagi sahabatku, kawan dekat, rekan bisnis, atau orang-orang lain
Aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka….

Istriku menangis…. sedih kehilangan suaminya
Istriku bingung menghadapi beban yang menghadang tanpa diriku
Istriku bingung menghadapi masalah yang kutinggalkan
Anakku menangis kehilangan orang yang seharusnya melindungi dan mendidiknya….

Menyesal…. sudah tak mungkin,
Tobat …. tak lagi diterima
dan maaf pun…. tak mungkin terdengar….
aku sendiri yang harus mempertanggungjawabkan apa yang pernah kulakukan....

Ya ALLAH ….
Entah dari mana kekuatan itu datang setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Mu
Jika Kau beri aku satu kesempatan lagi
Jika Kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu
Beberapa hari saja....

Aku akan berkeliling, memohon maaf pada mereka
yang selama ini telah merasakan kezalimanku
yang selama ini sengsara karena ulahku
yang tertindas dalam kuasaku
yang selama ini telah aku sakiti hatinya
yang selama ini telah aku bohongi….

Aku harus kembalikan semua harta kotor ini
yang kukumpulkan dengan gembira dan penuh semangat
yang kukuras dari sumber yang tak jelas
yang merupakan milik orang lain
yang kumakan dengan penuh nikmat….

Ya ALLAH….
Beri aku lagi beberapa hari milik-Mu
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta
Teringat akan kata-kata kasar dan keras yang menyakitkan hati mereka
Maafkan aku…. Ibu dan Ayah….
Mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu
untuk berkumpul lagi dengan istri dan anakku
karena aku sungguh ingin bersujud di hadapan-Mu, bersama mereka....
untuk beramal sholeh dengan sungguh-sungguh dan tulus

Menyesaaaal…. sekali rasanya
Karena waktuku berlalu tanpa makna dan penuh kesia-siaan
Kesenangan yang pernah kuraih dulu, tak ada artinya sama sekali
Mengapa ku sia-siakan hidupku yang hanya sekali ini
Andai ku bisa putar ulang waktu itu ....

Aku dimakamkan hari ini….
dan semuanya menjadi tak termaafkan….
dan semuanya menjadi terlambat….
dan aku harus sendiri.…
untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatanku
selama hidup yang baru berlalu….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar