Kamis, 09 Juli 2009

Jalan Kebenaran (Repost)

Tiga orang pemuda yang bersama-sama mencari kebenaran bertemu dengan orang bijak. Mereka bertanya,
"Ke arah manakah kami harus berjalan untuk menemukan kebenaran?"

Orang bijak itu menjawab,
"Kebenaran ada dimana-mana. Tapi seringkali manusia tidak menyadarinya. Karena itu kusarankan kalian menempuh tiga jalan yang berbeda untuk menyadari dmanakah sebenarnya kebenaran itu. Masing-masing jalan itu akan berakhir di tempat yang sama. Aku akan menunggu kalian di tempat itu."

Maka ketiga pemuda pun mengikuti saran orang bijak itu. Mereka memilih tiga jalan yang berbeda.
Pemuda pertama memilih jalan paling kiri. Jalan itu ternyata berkelok-kelok, kadang terjal mendaki kadang curam menurun. Melintasi sungai dan hutan. Tak banyak orang yang mengambil jalan ini.

Pemuda kedua memilih jalan tengah. Ternyata jalan ini nyaman untuk dilalui karena hanya jalan lurus seperti jalan tol. Tapi karena kenyamanan itu, jalan ini malah padat, bahkan cenderung macet karena banyak sekali orang yang juga memilih jalan ini.

Pemuda ketiga memilih jalan paling kanan. Jalan ini biasa saja, kadang lurus kadang berbelok. Tidak padat, lebih lengang dari jalan kedua. Tapi di sepanjang jalan banyak sekali tempat pemberhentian yang menawarkan kenikmatan dunia. Banyak sekali orang yang tadinya tidak memperdulikan malah mampir di tengah perjalanan.

Akhirnya ketiga pemuda sampai di tempat yang dimaksud orang bijak tadi. Lalu orang bijak itu bertanya kepada mereka, "Nah, apa yang sudah kalian ambil sebagai pelajaran?"

Pemuda pertama menjawab, "Ternyata jalan menuju kebenaran membutuhkan niat yang kuat dan keteguhan hati."

Pemuda kedua menjawab, "Ternyata jalan menuju kebenaran mudah dilalui tapi memerlukan kesabaran besar."

Pemuda ketiga menjawab,"Ternyata jalan menuju kebenaran harus kuat dalam menghadapi berbagai godaan."

Mendengar jawaban para pemuda, orang bijak itu tersenyum dan berkata, "Jawaban kalian benar. Untuk menemukan kebenaran seringkali orang harus mengalami berbagai macam ujian. Tujuannya adalah untuk menguji seberapa besarkah niat dan keinginan orang itu dalam mencari kebenaran. Karena tidak sedikit orang yang putus asa di tengah jalan, menyerah. Itulah sebabnya dibutuhkan kesabaran yang besar. sedangkan sifat manusia adalah selalu tergesa-gesa, tidak sabar. Padahal dengan kesabaran jalan sesulit apapun akan terasa mudah. Dan yang terakhir dalam mencari kebenaran, akan selalu muncul berbagai godaan yang bersifat duniawi. Bisa berupa godaan kemaksiatan, kekuasaan, kekayaan, atau bahkan keluarga sendiri, seperti istri yang tiba-tiba minta cerai, suami yang berselingkuh, anak yang membangkang, saudara yang menentang, dll."

Ketiga pemuda termenung mendengar jawaban orang bijak itu...

Lalu orang bijak itu berkata, " Apabila saat ini kalian merasa berat karena mendengar penjelasanku, berarti kalian bertiga belumlah siap menerima kebenaran. Hanya orang berhati teguh dan kuat keyakinannya terhadap Allah SWT-lah yang tak kan merasa berat menghadapi itu semua. Ingat, kesempatan hanya datang satu kali, manfaatkanlah sebaik mungkin. Kalian mendatangiku berarti Allah telah menghendaki kalian untuk memperoleh petunjuk. Maka manfaatkanlah kesempatan yang diberikan oleh Allah. jika kalian tidak mengambilnya, maka bisa jadi Allah akan mengambil kembali kesempatan itu. Bisa jadi suatu saat Allah akan memberi kesempatan kembali tetapi kalian tidak akan tahu apakah Allah juga akan memberi kalian kesempatan hidup lebih lama lagi."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar