Selasa, 07 Juli 2009

Refleksi diri : "Shalat subuh berjama'ah..."

Assalamu'alaikum wr. wb.

Bangun pagi untuk shalat subuh merupakan hal yang lebih berat drpd melaksanakan shalat pada waktu lainnya. Untuk sekedar bangun saja, setiap orang mudah untuk melakukannya, walaupun sekedar untuk buang air ke kamar mandi, lalu narik selimut dan tidur lagi.

Sekedar mengajak dan mengingatkan saja bagi seluruh kaum muslimin....

Bahwa ada beberapa hal yang barangkali bisa dijadikan suatu dorongan (motivasi) agar kita terbiasa bangun pagi untuk shalat subuh berjama'ah.

1. Biasakanlah berdo'a dan minta langsung pada Allah untuk dibangunkan sesuai yang kita inginkan (misalnya pukul 03.30 WIB). Hal ini dibutuhkan konsekuensi. Saat bangun jam segitu harus konsekuen. Pada saat pertama kali saja konsekuen, hari berikutnya akan terbiasa, Karena setiap orang memiliki sifat kebiasaan yang rutin jika mau memulainya.

2. Gunakan alarm atau alat lain. Hal ini menuntut konsekwensi juga untuk
bagun saat alarm berbunyi. Usahakan alarm jangan terlalu dekat dgn badan kita. Karena kalo terlalu dekat bisa2 tanpa bangun, cukup dgn menggerakan tangan bisa mematikan alarm lagi untuk kemudian tidur kembali.

3. Gunakan sugesti atau pendorong agar mau shalat subuh berjama'ah.
(ada suatu perusahaan di Tangerang yang memberikan makanan/snack atau uang transport, istilahnya, kurang lebih 50.000,-, bagi karyawan yang shalat subuh berjama'ah di masjid kantor/sekitarnya). Hal ini paling tidak bisa menjadi daya tarik untuk bisa shalat subuh berjama'ah untuk kemudian meluruskan niat lillahita'ala untuk hari2 berikutnya.

4. Buatlah kegiatan yang menarik stlh shalat subuh. Misalnya diadakan dialog interaktif, kultum, dll dengan tema yang menarik yang berhubungan dengan keseharian. (sekedar sharing saja, di masjid tempat saya tinggal, setiap hari sy adakan kuliah subuh interaktif/modern dengan studi kasus. Rujukan menggunakan Tafsir Ibnu Katsir & Al-Mishbah). Al-hamdullillah, jama'ah tetap shalat subuh dari 7 orang menjadi 15-20 orang setiap harinya. Belum lagi yang tidak berlangganan datang, tidak setiap hari. Tapi Al-Hamdulillah juga...

5. Buatlah masjid sebagai sentral seluruh kegiatan apapun. Toh Islam dan negara ini sebenarnya 'bisa dikendalikan' bisa berada 'di genggaman' dari lokasi yang cukup berukuran 4 x 4 m, yaitu masjid/mushalla. Dan, berangkat dari tempat ini, apapun tatanan kehidupan bisa diatur dan dibuat strateginya...

Secara lahiriyah setiap orang mampu untuk bangun pagi. Toh, tidak ada orang yang meninggal atau sakit karena kurang tidur. Justeru, tidur yang baik adalah yang tidak terlalu lama, namun berkualitas. Tidur yang hanya berkisar 3-4 jam semalam, akan membuat badan sehat, bugar, dan fresh (bisa dilihat contoh B.J. Habibie & Lady Diana). Tinggal bagaimana kita mensikapinya.

Begitupun kalo kita di perjalanan, ketiduran kurang lebih 15 menit namun pules dan berkualitas, maka akan memperlancar peredaran darah dan kinerja otak akan lebih baik. (cuma hati2 dompet, hp dan semua perlengkapan yang dibawa bila menggunakan angkutan umum).

Seekor anjing atau tikus pun memiliki kebiasaan. Begitupun manusia. Apalagi manusia adalah mahluk yang paling sempurnya yang memiliki akal.

Fenomena di Indonesia, pagi2 ramai sekali dengan orang2 sibuk ke pasar sebelum adzan subuh dikumandangkan.

Mudah2an 5 langkah di atas bisa menjadi pencerahan alakadarnya. Marilah kita budayakan bahkan tanamkan untuk selalu shalat berjama'ah terutama shalat subuh yang lebih banyak tantangannya.

"Kualitas seseorang, bisa dilihat dari aktifitas di pagi harinya (saat fajar & subuh)". Relakah kita kehilangan kesempatan & rizki saat malaikat membagikannya di pagi hari.....?

Mudah2 setiap pagi menjadi pagi yang sangat indah....
yang mengawali setiap langkah....
Terbuka keran-keran rizki....
Tersingkap bukan hanya serpihan, namun samudera rizki....

Wallahu a'lam bish shawab....
Wassalamu'alaikum wr.wb.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar