Selasa, 07 Juli 2009

QANA'AH

Qana'ah (rela dan menerima pemberian Allah subhanahu wata'ala apa adanya) adalah sesuatu yang sangat berat untuk dilakukan, kecuali bagi siapa yang diberikan taufik dan petunjuk serta dijaga oleh Allah dari keburukan jiwa, kebakhilan dan ketamakannya. Hal ini karena manusia diciptakan dalam keadaan memiliki rasa cinta terhadap kepemilikan harta.

Namun, meskipun demikian kita dituntut untuk memerangi hawa nafsu supaya bisa menekan sifat tamak dan membimbingnya menuju sikap zuhud dan qana'ah. Berikut ini beberapa kiat menuju qana'ah yang jika kita laksanakan, maka dengan izin Allah seseorang akan dapat merealisasikannya. Di antaranya yaitu :

1. Memperkuat Keimanan kepada Allah SWT

Membiasakan hati untuk menerima apa adanya dan merasa cukup terhadap pemberian Allah SWT, karena hakikat kaya itu ada di dalam hati. Barangsiapa yang kaya hati, maka dia mendapatkan nikmat kebahagiaan dan kerelaan meskipun dia tidak mendapatkan makan di hari itu.

Sebaliknya siapa yang hatinya fakir, maka meskipun dia memilki dunia seisinya kecuali hanya satu dirham saja, maka dia memandang bahwa kekayaannya masih kurang sedirham, dan dia masih terus merasa miskin sebelum mendapatkan dirham itu.

2. Yaqin bahwa Rizki Telah Tertulis

Seorang muslim yakin bahwa rizkinya sudah tertulis sejak dirinya berada di dalam kandungan ibunya. Sebagaimana di dalam hadits dari Ibnu Mas'ud RA, disebutkan sabda Rasulullah SAW di antaranya, "Kemudian Allah mengutus kepadanya (janin) seorang malaikat lalu diperintahkan menulis empat kalimat (ketetapan), maka ditulislah rizkinya, ajalnya, amalnya, celaka dan bahagianya". (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Seorang hamba hanya diperintah kan untuk berusaha dan bekerja dengan keyakinan bahwa Allah SWT yang memberinya rizki dan bahwa rizkinya telah tertulis.

3. Memikirkan & Mengamalkan Ayat-ayat Al-Qur'an yang Agung

Terutama sekali ayat-ayat yang berkenaan dengan masalah rizki dan bekerja (usaha). 'Amir bin Abdi Qais pernah berkata, "empat ayat di dalam Kitabullah apabila aku membacanya di sore hari, maka aku tidak peduli atas apa yang terjadi padaku di sore itu, dan apabila aku membacanya di pagi hari, maka aku tidak peduli dengan apa aku akan berpagi-pagi, (yaitu) :

"Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". (QS. Fathiir: 2).

"Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya". (QS.Yunus: 107).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar