Selasa, 07 Juli 2009

MENULIS DI ATAS PASIR

Kisah tentang 2 orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan salah seorang tanpa dapat menahan diri menampar temannya.

Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir:

"HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU”.

Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang untuk menyejukkan galaunya.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, di mana mereka memutuskan untuk mandi.

Namun, ternyata oasis tersebut cukup dalam, sehingga ia nyaris tenggelam, dan diselamatkanlah ia oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu :

"HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU".

Si penolong yang pernah menampar sahabatnya tersebut bertanya, "mengapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?"

Temannya sambil tersenyum menjawab, "ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila antara sahabat terjadi sesuatu kebajikan sekecil apa pun, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tetap terkenang, tidak hilang tertiup waktu".
___________

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya, cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu.

Marilah kita belajar MENULIS DI ATAS PASIR!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar