Sabtu, 04 Juli 2009

POLA PIKIR

Ass. wr. wb.

Terima kasih kepada seluruh anggota Group 'Ustadz Awa Forum' yang telah berpartisipasi saling bertausiyah. Mudah2 tali shilaturrahim kita tetap terjaga. Forever...

Sy mohon maaf 5 hari tidak mengirimkan tausiyah. Mohon dimaklumi karena saya hny bisa online fb jika masuk kerja (karena pake PC kantor). Jika hari libur, sabtu-minggu, atau sedang cuti/tidak masuk kerja, blum bisa ber-tausiyah (ada keterbatasan dimensi ruang & waktu).

Berikut ini saya sampaikan satu topik tentang 'pola pikir' dalam menghadapi masalah (pengantar problem solving). Hal ini berdasarkan pengalaman saya dan para jama'ah di pengajian2. (kebetulan atas permintaan banyak jama'ah, sy banyak membahas di majlis ta'lim khususnya tentang pola pikir, psikologi islam, aqidah, ilmu gaib, dan penyakit).
____________

"POLA PIKIR"

Dalam ilmu psikologi modern diilustrasikan bahwa :

Pikiran --> perasaan --> tindakan

Seseorang yang mengalami apapun, bersumber dari pikiran. Pikiran akan mempengaruhi perasaan, dan perasaan akan mempengaruhi (melahirkan tindakan/perbuatan).

Dalam menghadapi kasus yang sama, seseorang akan berbeda2 dalam menyikapinya. Misalnya kasus hilang HaPe.

Ada orang yang karena hilang HaPe, pikirannya kalut. Berprasangka buruk kepada orang lain. Tidak suka terhadap pencuri/yang maling. Akibatnya perasaan pun selalu resah, gelisah, tidak tenang, dan ada dendam terhadap orang yang mengambilnya. Akibatnya lagi, sikap/perbuatannya uring-uringan, nendang2 barang, gebrak2, gerabak-gerubuk, sensitif, cemberut, dll.

Tetapi, ada juga yang menyikapinya dengan sebaliknya. Ketika hilang HaPe, dia beristighfar. Ia berfikir positif bahwa memang bukan rejekinya. Akibatnya perasaan tenang, biasa saja, mengikhlaskan, dijadikan sebagai bahan instrospeksi diri, dijadikannya sebagai cobaan, bahkan dia yakin bahwa akan diganti dengan yang lebih baik lagi. Akibatnya lagi, sikapnya seperti tidak terjadi apa2, tetap ceria, hangat kepada orang, tidak melamun, dll.

Dari sini bisa kita lihat bahwa, dalam menghadapi setiap persoalan (masalah), setiap cara pandang kita berbeda2. Ada 3 paradigma dalam menghadapi masalah, yaitu :

1. Menganggap masalah adalah suatu hal yang menyusahkan, bikin pusing, jadi rintangan, dll. --> (-)

2. Menganggap masalah adalah suatu hal yang tidak bisa dihindari, mau tidak mau harus dihadapi. --> (netral)

3. Menganggap masalah adalah suatu hal yang perlu disambut, bahkan dibutuhkan dan perlu ada, karena dengan masalah akan semakin tertantang. "Hidup tanpa masalah bagaikan sayur tanpa garam". Masalah dijadikan sebagai tantangan, bahkan peluang. --> (+)

Bagaimana Islam mengupas tentang pikiran, perasaan, dan tindakan?

Bagaimana tentang pola pikir yang lebih jauh?

Bagaimana hubungan antara "penyakit" dan "hati"?

Bagaimana menyikapi fenomena di masyarakat tentang "hipnotis" dan "zikir"?

Bagaimana tentang cognitive science, supranatural, ramalan, ilmu gaib, dalil naqli & aqli, serta aqidah?

Mudah2 kita bisa saling sharing di kesempatan mendatang.....

Tentunya dengan topik/tema yang berpariasi dan menyangkut ke semua dimensi kehidupan...

Burung irian, burung cendrawasih. Cukup sekian terima kasih.


Syukron katsiro...

Thank you.

Arigato gozaimasu....

Hatur nuhun....

Matur nuwun....

Wass. wr. wb.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar