Rabu, 01 Juli 2009

SOSOK ‘CINTA’ (Pancalogi Bag. 1)

Assalamu’alaikum wr. wb.

Alhamdulillah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat yang tak terhingga kepada kita semua.

Alhamdulillah juga saya panjatkan karena hari ini genap 2 bulan saya bergabung di fb (mulai gabung 9 Maret 2009).

Hari ini juga genap 1 bulan saya menulis wall notes & catatan di fb (sejak 9 April 2009).

Berikut ini adalah tulisan harian, kumpulan khusus (wall notes, catatan, komentar) sy di fb selama 1 bulan. Catatan disusun dari yang paling baru (mulai dari atas sampai ke bawah).

Barangkali ini merupakan tausiyah alakadarnya, selain tauisyah yang saya buat dan kirimkan dalam bentuk artikel pada group ‘ustadz awa forum’.

Sy mengucapkan terima kasih kepada semua rekan yang sudah saling sharing selama ini, termasuk rekan yang bersedia dan senang bila saya memberikan komentar atas wall notes yang dibuat rekan2, yang barangkali komen yang saya berikan hanya alakadarnya.

Tentunya, sebagai manusia yang sangat biasa, sy memiliki kesalahan dan kekeliruan. Apalagi dalam membuat notes ini paling banyak sifatnya improvisasi, yang sudah barang tentu tidak terlepas dari kesalahan.

Untuk itu, sy mohon maaf bila ada kesalahan, kekhilafan, kealfaan, dan sikap yang membuat rekan2 tidak berkenan. Saran dan kritik sangat saya harapkan dalam rangka memperbaiki diri dan dijadikan bahan untuk peningkatan selanjutnya.

Mudah-mudahan bermanfaat.
____________

45) Keikhlasan Cinta

Ketika kita merasakan kehampaan cinta, sepi dari peminat, trauma cinta, status tidak jelas, putus cinta, atau hari-hari terisi cinta, atau bahkan dihadapkan pada banyak pilihan cinta, ketika itupun kita sadar bahwa apapun yang kita lakukan, hidup dan mati sekalipun, hanyalah kita pasrahkan kepada Allah.

Saat kita menuntut sesuatu yang lebih dari sosok cinta, yang memberi ruang cintapun hanya Allah. Bagaimana pun bentuk cinta, warna cinta, model cinta, style cinta, selera cinta, semuanya bermuara kepada, dari, oleh, untuk, karena Allah. Dalam cinta memang diperlukan keikhlasan.

“Maafin ya Allah... Kutelah nodai keikhlasan cinta pada-Mu. Kini kusadari bahwa cinta sejati hanyalah cinta-Mu, hanyalah milik-Mu.

Ketika mulut, pikiran dan hati ingin meluapkan cinta, meronta-ronta mendefinisikan cinta, toh pada akhirnya balik lagi pada-Mu sebagai Dzat Pemilik cinta.

Ketika cinta menyapa setiap insan, itupun karena Engkau gerakkan hamba-Mu dengan menganugrahkan cinta ke dalam hatinya. Cinta terlalu dhaif untuk menghindar dari kekuasaan-Mu.

Izinkanlah kubenahi diri, kusucikan hati dan pikiran, kubersihkan noda-noda cinta, kuluruskan niat cinta. Dalam kebersamaan dan kesendirian kurengkuh cinta-Mu. Dalam hingar bingar dan sepi. Dalam suka dan duka...”. (Ustadz Awa Motivator Cinta)
____________

44) Kualifikasi Cinta

Cinta sesama manusia mengenal varibael2 cinta. Memandang instrumen2 cinta yang terlalu syarat dengan gelayut2 potensi ke-tidakabsah-an cinta. Terlalu sesak dengan kualifikasi2 yang bisa menodai cinta. Terlalu rumit dengan aksesoris menuju kepalsuan cinta.

Cinta pada Allah, tanpa syarat, tanpa embel2. Asli, lillahita’ala...

“...tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu...”. (Q.S. 49 : 7)

Ketika Allah menganugerahkan cinta yang tulus, sambutlah... barangkali ia hadir tanpa test menawarkan keserasian, iman yang mengakar di hati, dan lolos kualifikasi keridhoan Allah... (Ustadz Awa Motivator Cinta)
____________

43) Terbang Bersama Cinta

Angin diciptakan Allah sebagai pembawa berita gembira (lihat Q.S. 7 : 57, 25 : 48, 27 : 63, 30 : 46). Melalui angin, Allah memberikan banyak rizki (lihat Q.S. 15 : 22). Angin kan berhembus ke mana saja yang dikehendakinya (lihat Q.S. 38 : 36). Dan Burung2 begitu mudahnya terbang di angkasa bebas (lihat Q.S. 16 : 79).

Sebagai insan kita bisa berperan laksana angin dan burung, pergi dan terbang kian bebas. So, kehidupan tidaklah diam, namun dinamis. Termasuk di dalamnya sosok cinta. Saat muncul asa tuk terbang bersama angin, maka Allah akan menyertainya dengan equipment, supplies, dan tools tuk menggapainya, dengan sentuhan rahmat-Nya. Semoga… (Ustadz Awa Motivator Cinta)

Wall notes (statement) tersebut merupakan komen yang saya berikan/tujukan kepada rekan yang menulis wall notes berikut :

terbang bersama angin...
____________

42) Masa Uji Berlaku Cinta

Cinta hanyalah makhluk. Begitupun the lovers. Ia bersifat fana. Hanya khalik, Sang Pemberi Cinta yang kekal. Abadi. Meski terbatas dimensi ruang dan waktu, ya Allah izinkanlah paling tidak masa uji berlaku ketulusan cinta adalah dunia-akhirat... (Ustadz Awa Motivator Cinta)
____________

41) Detik-detik Kehidupan

Kehidupan terus bergulir. Berubah. Berputar silih berganti. Antara di atas-di bawah, susah-senang, senyum-cemberut hadir menghiasi romantika kehidupan. Saat kita ingin terdiam pun sang perubahan akan tetap berlalu, cuex bebek, dan kita terlindas dibuatnya.

Waktu begitu berharga meski hanya sedetik. Bahkan desimal detik. Mantap sekali…!!!, bila perubahan yang tak dapat dihindari, tak kenal lelah, namun dihiasi dengan keikhlasan yang slalu tersenyum simpul menyaksikan kejiwabesaran hati.

Setiap saat kita bernafas. Jantung berdetak 78, 100, 125, 170 bahkan lebih banyak beats per minute. Indah nian andai zikrullah menyertai detak jantung selalu kita reguk. Ia mampu berlari lebih cepat ketimbang perubahan yang hanya hitungan detik… (Ustadz Awa Motivator Cinta)

Wall notes (statement) tersebut merupakan komen yang saya berikan/tujukan kepada rekan yang menulis wall notes berikut :

Ternyata benar, dlm hdp, apa yg kt jalani bisa berubah dlm hitungan detik, seperti apa yg sy rasakan skrng...
____________

40) Pembelaan Cinta

Bila cinta sudah bicara, ketika cinta membuktikan ketulusan dirinya, ia akan bersyukur, bangga terhadap cinta dan kekasihnya, menghargainya, dan membela cintanya. Saat sentuhan Allah meremas jemari cinta, maka meski terhadap diri cinta itu ada yang menggugat, memenjarakan, berusaha meruntuhkannya, cintapun akan tetap exist bersama intervensi keridhoan-Nya... (buat seseorang yang cintanya tak direstui) (Ustadz Awa Motivator Cinta)
____________

39) Kesetiaan Cinta

Sang mentari selalu konsisten dan komitmen. Meski ia kadang terbit dan tenggelam, namun ia tak pernah redup. Ia selalu bersinar menerangi semesta scr mobile, datang dan pergi ke titik sesuai janji. Tak pernah jenuh. Tak pernah ingkar.

Begitupun dengan ‘kesetiaan cinta’. Cinta yang tulus tidaklah pernah jenuh. Selalu bertahta dan bersemayam di hati, selalu setia. Ia kan selalu polos, jujur, gak neko-neko, gak mbalelo, menerima apa adanya. Karena cinta adalah hati. Tanpa ‘instrumen2 cinta’. Tanpa tuntutan. Ia sadar betul dengan statusnya sebagai cinta. Karena memang sudah dari sononya ia diciptakan sebagai sosok cinta.

Ketika dua insan mendekap kesetiaan cinta, maka tak perlu sogokan, tak perlu umpan, bahkan kedipan. Cinta dengan sendirinya akan mengerti, dengan sorot mata cinta seraya menyapa walau dengan tersipu malu. Meski cinta dirundung penantian akan seseorang yang tak jua muncul, namun cinta tetap merasa bahagia. Setidaknya cinta tetap konsisten & komitmen. Meski cinta menanti sapaan yang tak juga hadir, namun cinta yakin bahwa sapaan itu kan tiba seiring janji terbitnya mentari pagi… (Ustadz Awa Motivator Cinta)

Wall notes (statement) tersebut merupakan komen yang saya berikan/tujukan kepada rekan yang menulis wall notes berikut :

Menanti sosok yg ta kunjung muncul jg… ap hrs pke umpan y??... *(smoga msh konsisten dg komitnya)*

Hingga kutertidur dlm sadar bhw yg kutunggu ta jua mbri kbar, Mengapa?? ...Tp ku hrs tau diri akhirnya…
____________

38) Senandung Rindu Buat Mama…

Tiada belaian dan kecupan paling indah selain darimu. Kurindu dekapan hangat di pelukanmu. Bersandar di pundakmu. Bahagia banget… Ingin kugenggam jemarimu. Ijinkan aku bersimpuh seraya kubasuh kakimu. Kutahu syurga ada di telapak kakimu. Kuingat sabda Rasulullah, “…ibumu, ibumu, ibumu, kemudian ayahmu…”. Ya Allah, kutitip pelukan sayang buat mama. Meski hanya do’a yang tersisa, kutitip salam rindu lewat Engkau ya Allah…, meski kuhanya menyapa, “Mama, apa kabar hari ini?” Mama lagi ngapain… ya Allah? Kurindu belaian dan senandung mama saat membangunkan tidurku. Kurindu masakan mama… Mama gak boleh kenapa2 ya Allah… Ijinkan kureguk ridho-Mu ya Allah… (tuk yang bersenandung “mother, how r u today”) (Ustadz Awa Motivator Cinta)

Wall notes (statement) tersebut merupakan komen yang saya berikan/tujukan kepada rekan yang menulis wall notes berikut :

Mother, How are you today?
____________

37) Kejiwabesaran Cinta

Cinta yang tulus membutuhkan pengorbanan, meski harus mengorbankan diri cinta itu sendiri. Cinta harus siap2 rela kehilangan orang yang dicintainya mencintai orang lain. Yang cinta tahu, bahwa cinta sejati mengenal ‘kejiwabesaran cinta’, tatkala cinta harus tetap tersenyum dan turut berbahagia pada orang yang dicintai. Cinta sejati pun bisa bilang bahwa “kebahagiaan cinta tatkala kamu bahagia dengan orang lain”. Ini bukanlah kekalahan, namun kemenangan yang sejati, karena CINTA MASIH CINTA, CINTA TETAP CINTA MESKI TAK BISA MEMILIKI. Cinta merasa bahagia bisa mengantarkan orang yang dicintai ke gerbang kesuksesan, saat yang dicintai mereguk kebahagiaan. (Ustadz Awa Motivator Cinta)

Wall notes (statement) tersebut merupakan komen yang saya berikan/tujukan kepada rekan yang menulis wall notes berikut :

Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata : aku turut bahagia untukmu.
____________

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar