Sabtu, 04 Juli 2009

Rasulullah saw dan Hutang

Dalam kehidupannya Rasulullah saw pernah berhutang kepada sahabatnya Jabir ibn Abdillah ra. Ketika Nabi telah mampu membayarnya, Rasulullah saw mendatangi Jabir dan membayarnya dengan cara melebihkan dari pokok hutangnya. Jabir berkata, "Ya Rasulullah, sudah aku ikhlaskan untuk Allah dan rasul-Nya." Rasulullah menjawab, "Wahai sahabatku, Hutang itu adalah hak orang yang memberi hutang dan kewajiban bagi yang berhutang. Siapa yang tidak memenuhi hak orang lain padahal ia mampu untuk hal itu maka sama saja ia menyimpan bara api neraka di dalam perutnya." (HR Bukhari & Muslim)

Sungguh mulia akhlak Rasulullah saw, ia meminjam kepada sahabatnya dan ketika ia mampu, ia membayarnya dengan lebih walaupun tidak diisyaratkan di depan ketika aqad pinjam meminjam dilaksanakan.

Dalam suatu riwayat disebutkan, disaat wafat, Rasulullah saw masih memiliki hutang kepada seorang yahudi. Ketika berhutang, Rasulullah saw menjaminkan kepada orang yahudi tersebut baju besi perang nya. Ketika hendak ditebus oleh Abu Bakar setelah wafatnya Rasulullah saw, orang yahudi tersebut mengatakan, "Jaminannya melebihi nilai hutang nya. Engkau tidak perlu menebusnya."

Dimasa kehidupannya Rasulullah pernah menasehati Asma' rha dan suaminya Zubair ra ketika melihat mereka pasangan yang memiliki kelapangan akan harta. Nabi bersabda, "Infaqkanlah hartamu, janganlah menghitungnya. Jika engkau menghitungnya, maka Allah SWT akan memberi rezeki kepada mu dengan dihitung-hitung. Dan janganlah kamu menyimpan hartamu melebihi keperluanmu, nanti Allah SWT akan menahan pemberian rezeki kepada mu. Belanjakanlah (infaqkanlah) hartamu semampu mu." (HR Bukhari dan Muslim)

Dimasa kehidupannya, Rasulullah saw juga pernah menasehati Abdullah bin Mas'ud ra, Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang tertimpa kesempitan sehingga ia merasakan kelaparan, lalu ia meminta-minta kepada manusia, kelaparannya tidak akan hilang. Tapi jika ia mengadukannya kepada Allah 'azza wa jalla, maka Allah SWT akan memberikan kepadanya rezeki yang akan ia dapatkan dengan segera atau terlambat sedikit. (HR At-Tirmidzi)

Allahumma Shali 'ala Muhammad...

(untuk menerima pesan-pesan eDakwah melalui email atau RSS, kunjungi blog eDakwah: http://edakwahkita.blogspot.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar