Rabu, 01 Juli 2009

MENJADI ‘BINTANG’

Assalamu’alaikum wr. wb.

Terima kasih kepada seluruh rekan dan anggota forum yang senantiasa saling sharing untuk kemanfaatan kita bersama.

Berikut ini uraian atas pertanyaan yang diajukan oleh salah satu rekan :

“… bs g dijlsin ap mkna dr puisi ustadz tentang ‘bintang yang tegar’…?”

Pertanyaan ini muncul setelah rekan membaca dan mengkaji wall notes saya yang berbunyi :

"Begitu banyak insan yang tak menghiraukan bintang di siang hari. Meski ia tak nampak, namun tak pernah beranjak ke mana2. Tetap tegar. Ia hanya disanjung orang saat menampakkan dirinya walau harus menunggu gelapnya malam. So, meski tak selalu nampak...".

Wall notes tersebut merupakan komen yang saya berikan/tujukan untuk seorang rekan lain yang menulis wall notes berikut :

“…anggaplah aku seperti bintang… meski tak selalu nampak… tapi sesungguhnya aku slalu ada…”.
____________

Maksudnya kurang lebih :

Bintang selama ini dipahami orang sebagai benda langit yang terang dan indah saat malam hari. Bintang bisa bercahaya karena malam yang gelap. Jika hari terang, bintang tidak kelihatan cahayanya.

Begitu pun matahari. Ia dirasakan kehangatannya saat siang hari. Ketika malam tiba, ia akan tenggelam.

Termasuk dalam hal ini, bulan. Ia muncul saat malam tiba, dan menghilang saat fajar menyingsing.

Hal ini merupakan suatu kehendak yang diciptakan Allah, di mana antara bintang, matahari, dan bulan diatur sedemikian indahnya. Allah Berfirman :

“Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya...". (Q.S. 16 : 12).

“Demi langit yang mempunyai jalan-jalan (orbit bintang-bintang dan planet-planet)”. (Q.S. 51 : 7)

Ada persamaan bintang dan matahari. Keduanya sama-sama terbit dan tenggelam. Namun, keduanya tidak redup/mati, karena bertugas untuk seluruh lapisan bumi. Saat di satu belahan bumi mengalami waktu siang hari, mereka akan merasakan hangatnya matahari, dan saat malam tiba, muncul terangnya bulan. Begitu juga sebaliknya dengan belahan bumi yang lainnya.

Jika matahari bersinar (terang energi dari dirinya), maka bulan bercahaya (merupakan benda langit yang gelap. ia bisa bercahaya karena mendapatkan cahaya matahari yang dipantulkan ke bumi).

Firman Allah :

“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya…”. (Q.S. 10 : 5).

Sementara bintang memang bercahaya, dan akan kelihatan cahayanya terang sekali bila bersanding dengan malam.

Saat belahan bumi yang satu diterangi bintang, belahan yang lain akan gelap. Dan hal ini berputar terus silih berganti, sehingga tugas bintang sebagai penerang di kegelapan tidak pernah berhenti.

Dengan demikian, bintang sebenarnya bercahaya terus walaupun di tempat kita berpijak sedang siang hari. Oleh karena itu, MESKI BINTANG TAK NAMPAK, TAPI DIA TIDAK PERNAH LENYAP, PERGI, ATAU MENINGGALKAN TEMPAT ORBITNYA. BINTANG SELALU TEGAR, SABAR, TAK BERANJAK. GAK BOSAN & JENUH DENGAN EKSISTENSINYA. WALAU KERJAANNYA MONOTON CUMA BERCAHAYA, NAMUN, BINTANG SELALU TUNDUK MELAKUKAN TUGASNYA.

Ketegaran bintang inilah yang bisa kita contoh. Manusia mudah bosan, jenuh, tidak konsisten & komitmen. Sementara bintang AKAN TETAP TEGAR, LOYAL SESUAI DENGAN TITAH ALLAH SWT.

Firman Allah :

“…dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya…”. (Q.S. 7 : 54)

"...dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya...". (Q.S. 41 : 12)

Selain itu, wall notes di atas bisa dijadikan sebagai analogi bahwa :

Seringkali kita menilai gemerlap, wah, hebat, mantap terhadap orang tertentu karena mencolok & menjadi pusat perhatian. Karena dekat dengan kita, lingkungan kita.

Namun, kita sering mengabaikan orang2 yang sebenarnya sama skillnya, kehebatannya tidak diragukan juga, namun ia tidak kelihatan/diketahui banyak orang, karena jauh atau beda dengan kita.

Memang, pahlawan pun selain yang kita kenal sebagai pahlawan nasional, banyak pula pahlawan tak dikenal yang sangat berjasa dalam memperjuangkan tanah air kita.

Memang, banyak rekan kerja kita yang berjasa mengembangkan perusahaan di mana tempat kita bekerja. Namun, banyak pula ‘mutiara-mutiara yang terpendam’ yang sering kita abaikan padahal ia potensial.

Mereka semua sama2 'bintang' yang memiliki kompetensi dan dapat memberikan manfaat yang besar kepada orang lain dan lingkungannya.

Jadi, “…Meski aku tak nampak, namun tak pernah beranjak ke mana2. Tetap tegar. Meski tak selalu nampak, namun sesungguhnya aku slalu ada…”.

Mudah2 bermanfaat.

Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua, ridho terhadap apa yang kita lakukan, dan kita bisa menjadi ‘bintang’ di manapun kita berada.

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum. wr. wb.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar