Sabtu, 04 Juli 2009

MENITI JALAN ISTIQOMAH

Assalamu’alaikum wr. Wb.

Para anggota forum yang dimuliakan Allah.

Berikut ini adalah uraian jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh Sdr. Ahmad Ibnu.

Pertaanyaan : “Bagaimana cara atau solusinya untuk istiqamah dengan sungguh2 kepada Allah, soalnya sangat sulit sekali untuk benar2 istiqamah hati ini dijalan Allah...".
__________

Allah telah menetapkan jalan yang harus ditempuh oleh manusia melalui syariat-Nya, sehingga seseorang senantiasa ISTIQOMAH (TEGUH PENDIRIAN/KOMITMEN & KONSISTEN) dan tegak di atas syariat-Nya, selalu menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya serta tidak berpaling ke kanan dan ke kiri. Allah SWT telah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk senantiasa istiqomah.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Robb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap beristiqomah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan”. Q.S. Al Ahqaaf (46) : 13-14.

Akan tetapi bagaimana pun juga seorang hamba tidak mungkin untuk senantiasa terus dan sempurna dalam istiqomahnya. Terkadang seorang hamba luput dan lalai yang menyebabkan nilai istiqomahnya menjadi berkurang.

Oleh karena itu, Allah SWT memberikan jalan keluar untuk memperbaiki kekurangan tersebut, yaitu dengan beristigfar dan memohon ampun kepada Allah SWT dari dosa dan kesalahan. Allah SWT berfirman, “…maka beristiqomahlah (tetaplah) pada jalan yang lurus menuju kepada Allah dan mohonlah ampun kepada-Nya…”. Q.S. Fushshilat (41): 6.

Di dalam Al-Qur’an maupun Hadits telah ditegaskan cara-cara yang dapat ditempuh oleh seorang hamba untuk bisa meraih istiqomah. Cara-cara tersebut adalah sebagai berikut :

1. Memahami dan mengamalkan dua kalimat syahadat dengan baik dan benar.

Allah SWT berfirman, “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ‘ucapan yang teguh’ dalam kehidupan di dunia dan di akhirat…”. Q.S. Ibrahim (14) : 27.

Makna “ucapan yang teguh” adalah dua kalimat syahadat. Sehingga, Allah akan meneguhkan orang yang beriman yang memahami dan mengamalkan dua kalimat syahadat ini di dunia dan di akhirat.

2. Membaca Al-Qur’an dengan menghayati, merenungkan, memahami, dan mengamalkannya.

Allah berfirman, “Katakanlah : ‘Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur‘an itu dari Robb-mu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. Q.S. An-Nahl (16):102.

3. Berkumpul dan bergaul di lingkungan orang-orang saleh (lingkungan yang baik).

Hal ini sangat membantu seseorang untuk senantiasa istiqomah di jalan Allah SWT. Teman-teman yang saleh akan senantiasa mengingatkan kita untuk berbuat baik serta mengingatkan kita dari kekeliruan. Bahkan dalam al-Qur’an disebutkan bahwa hal yang sangat membantu meneguhkan keimanan para sahabat adalah keberadaan Rasulullah SAW.

Allah berfirman, “Bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, sedangkan ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rosul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Dan barang siapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. Q.S. Ali Imran (3): 101.

4. Berdoa kepada Allah SWT agar Dia senantiasa memberikan kepada kita istiqomah hingga akhir hayat.

Bahkan Ummu Salamah RA mengatakan bahwa doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW adalah doa, “Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik”, artinya, “Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu”. (HR. Tirmidzi, Ahmad, Hakim, dishahihkan oleh Adz Dzahabi, lihat pula Shahihul Jami’).

5. Membaca kisah Rasulullah, para sahabat dan para ulama terdahulu untuk mengambil teladan dari mereka.

Dengan membaca kisah-kisah mereka, bagaimana perjuangan mereka dalam menegakkan dinul Islam, maka kita dapat mengambil pelajaran dari kisah tersebut, sebagaimana firman Allah SWT, “Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman”. Q.S. Huud (11) : 120.

Demikianlah sedikit yang dapat disampaikan sebagai renungan bagi kita semua untuk meniti jalan istiqomah. Semoga Allah SWT memberikan keteguhan kepada kita untuk senantiasa menjalankan syariat-Nya, hingga kelak kematian menjemput kita semua.

Good luck forever….

Amien.

Wassalamu’alaikum wr. Wb.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar