Sabtu, 04 Juli 2009

Kisah Abdurrahman bin 'Auf

"Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa." (QS Al Qashash [28]:83)

Sebuah kisah yang menyertai turunnya ayat diatas adalah kisah mengenai Abdurrahman bin 'Auf. Seseorang yang begitu dimuliakan oleh Allah dalam kehidupannya di dunia dan seorang dari sepuluh sahabat Rasulullah saw yang dijamin masuk surga oleh Nabi sendiri.

Ketika Rasulullah telah bertekad untuk mengirim pasukan ke Tabuk menghadapi Romawi, saat itu keadaan ekonomi di kota Madinah sangatlah sulit. Keadaan sedang dalam masa krisis. Ketika itulah Rasulullah saw meminta kepada seluruh sahabat-sahabatnya bahu membahu untuk mengumpulkan apa saja yang mereka miliki dalam membiayai pengiriman pasukan ke Tabuk.

Abdurrahman bin 'Auf bersedeqah dengan seluruh harta yang dimilikinya. Ketika itu Umar ibn Khatab yang mengetahuinya, menyampaikan kepada Nabi, "Ya Rasulullah, sesungguhnya aku melihat Abdurrahman telah melakukan dosa. Ia tidak meninggalkan harta sedikitpun bagi keluarganya..." Rasulullah memanggilnya dan bertanya, "Wahai Abdurrahman, apakah engkau tidak meninggalkan harta untuk keluargamu?" Abdurrahman bin 'Auf menjawab, "Ya Rasulullah, bukankah seseorang yang berinfaq di jalan Allah berarti Allah SWT meminjam kepadanya?" Jawab Nabi, "Benar wahai Abdurrahman." Abdurrahman bin 'Auf melanjutkan, "Aku pinjamkan seluruh hartaku kepada Allah, agar Allah SWT menggantinya dengan yang lebih banyak dan lebih baik dari apa yang aku infaqkan. Allah dan Rasul Nya penjamin keluarga yang aku tinggalkan." Mendengar jawaban ini Rasulullah saw berdoa, "Semoga Allah memberkahimu di dalam harta yang Engkau infaqkan dan semoga Allah memberkahimu di dalam harta yang engkau pegang."

Inilah seorang sahabat Rasulullah dari kalangan muhajirin yang ketika berhijrah ke Madinah ditawari oleh sahabat anshar yang bernama Sa'ad bin Rabi' Al-Anshari dengan harta yang dimilikinya berupa kebun kurma, tapi ia dengan halus menolaknya. "Wahai Abdurrahman, sungguh aku memiliki banyak harta di Madinah. Aku memiliki dua kebun. Silahkan engkau pilih kebun yang mana yang engkau sukai!" Abdurrahman menjawab, "Semoga Allah memberkahi harta dan keluargamu. Cukup bagiku engkau menunjukkan dimana letak pasar, supaya aku dapat berdagang?"

Inilah seorang sahabat Rasulullah yang memakai pakaian yang sama kasarnya dengan para pembantu-pembantunya (budak-budaknya). Banyak yang tidak dapat membedakan antara ia dan budaknya ketika ia berjalan bersama-sama mereka. Suatu ketika ia pernah ditawari makanan yang begitu mewah dan lezat oleh salah seorang anaknya, ia menolaknya dan berkata. "sesuatu yang amat kutakutkan adalah Allah menyegerakan segala kesenangan hidup di dunia ini dan ketika di akhirat nanti aku tidak memperoleh apapun lagi."

Inilah seorang sahabat Nabi yang ketika dalam empat puluh hari empat puluh malam tidak merasakan ujian Allah berupa penyakit ataupun kesulitan hidup, ia bersujud sambil berkata, "Ya Allah apakah salahku sehingga Engkau tidak memberiku ujian?"

Inilah seorang sahabat Nabi, yang mendedikasikan dirinya untuk mengurus segala keperluan para Ummahatul Mu'minun (para istri-istri) Rasulullah saw sesudah beliau wafat. Sampai salah seorang istri Rasulullah saw, Aisyah rha. mendoakannya, "Semoga Allah memberkahi hartanya yang ia infaqkan di dunia dan sungguh pahala di akhirat itu jauh lebih besar."

Menjelang kematiannya, Abdurrahman bin 'Auf memerdekakan budak-budaknya dalam jumlah yang banyak. Ia berwasiat untuk memberikan empat ratus dinar kepada setiap orang yang ikut dalam perang Badar yang masih hidup. Mereka yang berjumlah sekitar seratus orang tersebut semuanya mengambil bagiannya.

Ketika ia meninggal, ia meninggalkan seribu ekor unta, seratus ekor kuda dan tiga ribu ekor domba dan tanah serta kebun kurma. Ia juga meninggalkan emas dan perak yang banyak yang ketika dibagikan kepada ahli warisnya harus dipotong dengan menggunakan kapak.

Ketika ia meninggal, ia disholatkan oleh khalifah Utsman bin Affan dan ketika mengantarkannya ke kubur, Ali bin Abu Thalib berkata, "Kembalilah Engkau kehadirat Allah....engkau telah mendapatkan dunia yang bersih dan engkau telah mengalahkan segala tipu dayanya.

"Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipatgandakan (balasannya) kepadamu dan mengampunimu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun." (QS AT Taghaabun [64]:17)

Untuk mendapatkan pesan-pesan eDakwah melalui emai atau RSS, kunjungi http://edakwahkita.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar