Rabu, 01 Juli 2009

TENTANG PERDEBATAN SEKELUMIT

TENTANG PERDEBATAN SEKELUMIT


Barangkali ini fenomena nyata tak sedikit
sikapi perselisihan berbagai tema terkait
meski sederhana namun sering berkelit
ramai perdebatkan seperti burung parkit

Dianggap simpel saja cuma perkara alit
lambat laun membuat jidat mengernyit
ada yang kritis tapi banyak yang tulalit
perhelatan banyak akibatkan kecepirit

Yang dibahas keseringan soal kelentit
pembicaraan mengarah ke masalah titit
dibumbui ngalor ngidul akhirnya ke silit
membuat bingung, pusing dan sembelit

Berefek orang awam merasa kian sulit
rumit...
sempit...
pahit...

Makin terjepit...
beban terasa terus menghimpit...
karena sikap tak bijak berakibat kecetit
semua sebab ulah gak gentle dan bulit

Semua demi duit...
dana dilempit...
lipatgandakan debit...
lari dari kredit...

Output menjadikan bandit...
genit...
dedemit...
idih... amit-amit

Halalkan segala cara saling mencubit
mencapit...
menggigit...
menjungkit...

Gunakan sapit...
hujamkan celurit...
lari terbirit-birit...
menyambit...

Walhasil jadi pailit....
hutang melilit...
hidup sarit...
terperosok parit...

Mari singsingkan lengan baju berdiri bangkit
lakukan komunikasi efektif berantai bergamit
biarlah yang lalu tak diusik tak diungkit-ungkit
istighfar perbaiki keterpurukan dengan gesit

Kita hadapi dan bentengi serapat pakai jarit
pemikiran dewasa bukanlah matang karbit
kreatif dan proaktif penuh manfaat tetap irit
selalu di-maintain agar tidak melebihi limit

Beda pendapat kepala dingin berperan wasit
rujukan Al-Qur’an dan hadist menjadi peluit
bijak berpikir jernih saling rangkul silih apit
tak ada yang merugi terhindar dari rasa sakit

Ulurkan tangan tuk bederma jauhi sifat pelit
bergandengan menjemput rizki yang berbukit
beriringan selaras lintasi area penuh granit
senandungnya temani nyanyian burung pipit

Berpegangan erat tak hiraukan warna kulit
lantunkan tembang cinta bona ni pasogit
dendangkan melodi sayang tung keripit
syair dan lirik kasih indah selalu jadi gurit

Saling bahu-membahu menjadi sobat dalit
bagaikan persahabatan unyil, usro, ucrit
saat shalat luruskan barisan rapatkan tumit
bertawajjuh khusyu mendayung satu rakit

Adalah amat perlu hindari perdebatan sengit
bagi kita yang biasa qunut bacalah do’a bait
allahummahdina fiman hadait…
wa ‘afina fiman ‘afait…

wa tawallana fiman tawallait...
wabariklana fima a’thait…
wakina birohmatika syarroma qodlait…
yang enggak pake no bloblem bukan hal rujit

Hal ini jauh lebih baik ketimbang komat-kamit
duduk malam dekat pohon angker cari wangsit
keinginan instant miliki duniawi terus menguntit
ajukan maksud tujuan dan semua yang terbersit

Ingat, justru yang gak shalat yang akan di-audit
orang ke bulan, kita soalkan qunut dengan legit
debat furu’ tak langgar syar’i masih menjangkit
jika terus begini, kapan kita ksatria jadi prajurit

Tentukan arah langkah cipta dengan menggarit
lafadzkan bismillah meski baru mulai dari bibit
mencapai tujuan pelan tapi pasti rapi tanpa lipit
niatkan sabar ihklas walau start dari jumlah sikit

Mari sikapi perbedaan dengan bijak penuh spirit
pentolan adalah takwa jadikan mulia dan melejit
menggapai harapan meraih prestasi melalui orbit
solusi terlambat lebih baik daripada ide dipingit

Ketika pakaian kita robek, masih bisa dijahit
duduk bersama di beranda sambil ngabuburit
siapkan makanan memasak sayur pake kunyit
saat santap pake tangan, sendok atau sumpit
Ya Allah indahnya tafakur memandangi langit
berzikir syahdu di bawah cahaya bulan sabit
ku ingin bertobat meski hanya beberapa menit
sebelum undur diri saat sukmaku pergi pamit

(Ustadz Awa Motivator Cinta)

Created : 10 Juni 2009


Tulisan alakadarnya ini dibuat sebagai komentar untuk seorang rekan yang menulis komen :

- Perbedaan itu begitu indah bisa mampu diramu dan diselaraskan, bukan begitu ustadz ?

- Tapi ustad ! kok malah kesannya justru masyarakat muslim Indonesia yg alergi dg perbeda'an ??

Juga jawaban atas pertanyaan : seputar QUNUT.
_____________

Arti Kata :

- parkit (burung bayan kecil, berbulu cerah, berekor panjang)
- alit (kecil, celak, peminggir untuk memperkuat bagian tepi sesuatu supaya teguh)
- kecepirit (bhs jawa : terkena cipratan, basah karena keluar menyiprat)
- kelentit (klitoris; tumbuhan rumput, biasa digunakan untuk obat)
- titit (kemaluan)
- silit (bhs jawa : dubur)
- sembelit (sukar atau tidak dapat buang air besar krn terdapat kotoran keras dl usus)
- kecetit (bhs jawa : terjepit)
- bulit (bhs sunda : curang)
- lempit --- dilempit
- debit (piutang, catatan pada pos pembukuan yang menambah nilai aktiva atau mengurangi jumlah kewajiban)
- dedemit (makhluk halus yang jahat dan suka mengganggu manusia, hantu, roh jahat)
- sapit (bagian tubuh binatang yang berstruktur catut, seperti terdapat pada ujung kaki udang dan laba-laba)
- sambit --- menyambit (melempar dengan batu, kayu, dsb)
- sarit (sukar, susah hidup, miskin)
- gamit --- bergamit (saling menyentuh dengan jari, saling memberi isyarat; berlambaian; merangkul; mendekati)
- jarit (kain batik panjang)
- granit (batuan keras yang keputih-putihan)
- bona ni pasogit (lagu ciptaan Ebiet G. Ade, “Nyanyian Bumi Seberang (Bona Ni Pasogit)”)
- tung keripit (lagu ciptaan Rhoma Irama, “Tung Keripit”)
- gurit (mengarang tembang atau puisi yang berirama)
- dalit (dekat, akrab)
- tawajjuh (menghadapkan diri kepada Allah)
- allahummahdina fiman hadait (“Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk”)
- wa ‘afina fiman ‘afait (“Berilah kami kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan”)
- wa tawallana fiman tawallait (“Pimpinlah kami bersama-sama orang-orang yang telah Engkau pimpin”)
- wabariklana fima a’thait (“Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepada kami”)
- wakina birohmatika syarroma qodlait (“dan peliharalah kami dari kejahatan yang Engkau pastikan”)
- rujit (bhs sunda : sulit, kusut, kacau)
- legit (manis sekali, agak kenyal dan enak)
- furu’ atau far’i (cabang-cabang, tidak pokok/prinsip)
- syar’i (hukum, menurut hukum)
- garit (gores) --- menggarit (menggores)
- lipit (lipatan kecil, kelim)
- sikit (sedikit)
- pingit --- dipingit (dikurung di rumah)
- burit (sore) --- ngabuburit (bhs sunda : menunggu waktu sore)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar