Sabtu, 04 Juli 2009

Tangan yang Tak Akan Pernah Disentuh oleh Api Neraka…

“Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu akan diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS At Taubah [9]:105)

Ketika Rasulullah bersama sahabatnya Sa’ad ibn Mu’adz baru pulang dari Tabuk. Rasulullah melewati seorang tukang batu sedang bekerja keras. Ketika Rasulullah saw berjabat tangan dengan tukang batu tersebut, Nabi merasakan tangannya kasar sekali. Lalu, Rasulullah saw bertanya, “Kenapa tanganmu kasar sekali?” Ia menjawab, “Ya Rasulullah, tugasku membelah batu setiap hari, dan hasil dari membelah batu itu aku jual, lalu hasilnya aku gunakan untuk memberi nafkah kepada keluargaku, karena itulah tanganku kasar.”

Air mata Rasulullah menggenang. Seorang Nabi yang agung, jauh lebih mulia daripada siapapun, begitu menghargai tangan yang kasar karena mencari nafkah yang halal. Rasulullah menggenggam tangan itu, dan menciumnya. “Inilah tangan yang tak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya.” (HR Bukhari)

Rasulullah bersabda, “Akan tiba suatu zaman dimana orang tidak peduli lagi terhadap harta yang ia peroleh, apakah ia haram atau halal.” (HR Bukhari)

Dalam kesempatan lain, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa tertidur (karena) kelelahan dalam mencari karunia Allah yang halal, maka ia tertidur dalam ampunan Allah SWT." (HR Ibnu ‘Asakir)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar