Sabtu, 04 Juli 2009

Penghuni Surga dan Neraka

Salah satu dialog antara penghuni surga dan neraka yang diabadikan Allah 'Azza wa Jalla di dalam Al Quran: “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka (penghuni neraka) menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan sholat, dan kami tidak (pula) memberi makan (membantu) orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil (bergunjing) dengan orang-orang yang membicarakannya, dan kami mendustakan hari pembalasan (akhirat) hingga datang kepada kami kematian.” QS Al Muddatstsir [74] ayat 42-47

Rasulullah saw bersabda, “Ditampakkan kepadaku surga dan neraka, ketika aku melihat ke dalamnya, penghuni surga yang terbanyak adalah orang-orang miskin, sedangkan penghuni neraka yang paling banyak adalah wanita. Wahai kaum wanita, bersedeqahlah dan perbanyaklah istighfar.” Salah seorang wanita sahabat Rasulullah saw yang hadir saat itu bertanya, “Wahai Rasulullah, kenapa sebahagian kami adalah penghuni neraka yang paling banyak?” Rasulullah saw menjawab, “Karena sebahagian dari kalian banyak mengolok-olok (bergunjing) dan sebahagian kalian tidak mengakui sanak kerabat. Seseorang berbuat baik kepada kalian berkali-kali akan kalian hargai tapi jika ia berbuat kesalahan sekali, kalian menyalahkannya seolah-olah kalian tidak memiliki hubungan sanak kerabat.” (HR Muslim dan Ahmad)

Salah seorang sahabat Rasulullah saw bertanya, “Apakah orang-orang kaya diantara kami tidak layak untuk masuk surga?” Rasulullah saw dengan bijak menjawab, “Wahai sahabatku, Orang-orang miskin akan masuk surga lima ratus tahun lebih dahulu daripada orang-orang kaya. Sedangkan orang-orang kaya masih tertahan karena lamanya hisab (perhitungan) atas harta mereka di dunia; hanya saja mereka yang termasuk penghuni neraka telah diperintahkan untuk masuk ke neraka.” (HR Bukhari & Muslim)

Rasulullah saw melanjutkan, “Andaikan aku mempunyai emas sebesar bukit Uhud aku pasti lebih senang kalau emas itu tidak menginap di rumahku kecuali hanya tiga malam untuk disedeqahkan kecuali yang kupersiapkan untuk membayar hutang.” (HR Bukhari & Muslim)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar