Sabtu, 04 Juli 2009

Kesombongan dan Kemapanan dari Seorang Hamba

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Tuhan nya, dan merasa puas dengan kehidupan dunia ini, serta merasa tenteram (mapan) dengan (kehidupan) itu, dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat kami, mereka itu tempatnya neraka, karena apa yang telah mereka lakukan.” (Q.S. Yunus [10]: 7-8)


Ketika Rasulullah saw dan sahabat-sahabatnya sedang duduk dalam suatu majelis, Rasulullah menyampaikan pesannya, “Ingatlah wahai sahabat-sahabatku, tidak akan masuk surga orang yang dihatinya ada sifat sombong (ujub) walaupun hanya seberat dzarrah (biji sawi)". Salah seorang sahabat Rasululllah saw yang bernama Ibnu Mas’ud berkata, "Ya Rasulullah, kulihat si fulan berpakaian bagus dan memakai alas kaki yang bagus dan indah pula. Apakah itu suatu bentuk dari kesombongan?" Nabi menjawab, “Allah itu indah dan sangat menyukai keindahan. Bukanlah yang demikian dikatakan bentuk kesombongan, tapi sombong itu adalah seseorang yang menolak kebenaran (tidak dapat menerima nasehat kebenaran) dan menghina serta melecehkan (merendahkan) orang lain.” (HR Muslim)

Rasulullah melanjutkan, “Janganlah engkau menunjukkan kegembiraan dalam kesusahan saudaramu, Jika engkau melakukannya maka Allah akan membalas dengan memberikan ujian kesusahan itu kepadamu, jika engkau menyembunyikannya, maka Allah akan menyelamatkanmu dari segala kesulitan.” (HR At Tirmidzi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar