Rabu, 01 Juli 2009

HATI TUK BERSYUKUR

Assalamu’alaikum wr. wb.

Alhamdulillah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat yang tak terhingga kepada kita semua.

Berikut ini catatan alakadarnya sebagai komen atas catatan seorang rekan hari ini.

Mudah-mudahan bermanfaat.
____________

2) Detik Bersyukur

Seringkali kita menganggap tidak bisa mencapai sesuatu hanya karena jumlah yang kita inginkan tidak sesuai. Ketika kita mengharapkan 7, tetapi yang kita dapatkan 6, kita anggap belum berhasil. Ketika kita mengharapkan punya rumah sendiri, namun kita cuma ngontrak, kita anggap suatu kesialan.

Sesuatu yang jauh, belum terjangkau kadangkala kita ingin selalu memeluknya. Sementara yang ada di depan mata tak pernah kita sadari, tak pernah kita syukuri. Saat kita masih diberi kesempatan menghirup udara segarpun, kita sering mengeluh kesempitan dalam hidup ini. Memang, kita sering mendikte, menandang ke arah lain sebelum kita menelanjangi diri kita dengan berbagai evaluasi diri.

Kita lebih sering melihat ‘rumput tetangga lebih hijau’. Orang lain lebih wah, padahal di tempat kita berpijak ‘jauh lebih hijau’, asli, tanpa terik matahari yang menyengat rumput itu, tanpa perlu sunblock.

Saat muncul sebuah obsesi, sebuah kenyataan haruslah disyukuri. Saat menonton episode fiktif, imaginatif, tempat duduk kita haruslah diterima apa adanya. Hidup ini hanyalah rumus sederhana. Bersyukurlah hari ini, jam ini, menit ini, bahkan detik ini sebelum esok hari, lusa, minggu depan, next time, sebelum mendapatkan yang kita inginkan. Memang bersyukur mesti dimulai dari detik ini.

Beruntunglah bagi orang yang selalu berbagi apapun dengan orang lain, walau berpelukan dalam kedukaan, kesedihan. Kita sering mendekap kepedihan yang menyesakkan, padahal nikmat Allah mengelilingi kita. Kita sering merasa terengah-engah, sementara udara gratis tuk dihirup.

Ya Allah, ijinkanlah aku tuk selalu bersyukur. Saat sakaratul maut, ku masih dititipkan kesempatan. Saat sakit ku masih bisa bernafas, beristighfar. Saat sempit, ku masih merasakan roda dunia berputar, luasnya anugerah-Mu. Sebelum mengajukan permohonan, ku awali dengan bersyukur karena diberikan kesempatan untuk mengajukan do’a pada-Mu.

Ya Allah, ijinkanlah selain mengakhiri setiap akhir aktifitasku dengan bersyukur, ku awali setiap do’aku dengan bersyukur, setiap detikku dengan bersyukur… (Ustadz Awa Motivator Cinta)

Catatan tersebut merupakan komen yang saya berikan/tujukan kepada rekan yang menulis catatan berikut :

"Syarat bagi pencapaian dari yang belum kita miliki, adalah mensyukuri yang telah kita miliki. Sehingga, jika Anda ingin mendapatkan yang belum Anda miliki, inginkanlah yang sudah Anda miliki. Marilah kita membantu orang lain untuk melihat keindahan pada semua yang ada, dan merasakan kehebatan dalam kewajaran. Ajaklah mereka merayakan yang sederhana, dan menginginkan yang telah mereka miliki."
____________

1) Hati yang Tenang

Hati manusia berawal bagaikan air putih bening, tanpa noda, tenang, tentram, hati yang selamat (qolbun salim).

Saat ia tidak dibersihkan, terpengaruh oleh dunia luar, ia akan menjadi kotor, keruh, ternodai, berwarna, menjadi hati yang sakit (qolbun barid).

Bila ia terlalu lama bahkan tidak pernah dibersihkan, ia akan menjelma menjadi hitam legam, tertutup, jauh dari cahaya, menjadi hati yang mati (qolbun mayyit).

Manusia terbaik adalah yang selalu me-maintain hatinya dengan iman, selalu mengisi relung hati dengan zikir, sehingga hatinya kembali dan selalu bersih, suci. Jiwanya selalu tenang (nafs mutmainnah).

Manusia bijak selalu melibatkan Allah dalam setiap nafas, merajut cinta-Nya. Ia senantiasa menghasilkan output mutiara2 hati. Ia kan selalu manja di pelukan Allah, hatinya puas, merengkuh keridhoan-Nya.

Thus, ia akan tampil tuk menjawab realita, menjadi ksatria dalam memenangkan pergulatan hidup, tegar menghadapi problematika, mengukir kesuksesan. (Ustadz Awa Motivator Cinta)

Catatan tersebut merupakan komen yang saya berikan/tujukan kepada rekan yang menulis catatan berikut :

Jiwa sebening kristal adalah jiwa yang damai.
Kebijakan yang terbaik adalah kebijakan yang terlahir dari pengertian mengenai yang telah terjadi.
Hanya dengannya kita bisa menjadi pribadi yang damai.
Hati yang damai adalah wadah bagi semua pengertian.
Hanya permukaan air yang sangat tenang, yang mampu menggambarkan riak-riak pengertian yang disebabkan oleh butir pasir yang paling kecil - yang dijatuhkan sebagai berita yang mengeluarkan kita dari kesulitan, atau yang menunjukkan kita kepada jalan-jalan naik.
(Mario Teguh)
____________

Mudah2 Allah SWT senantiasa memberikan hidayah dan taufik-Nya kepada kita semua. Semoga kita semua mendapatkan kesuksesan, penuh dengan ridho-Nya Allah SWT. Amien….

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar