Selasa, 07 Juli 2009

Hanya Anak Perempuan

Alkisah, hiduplah sepasang suami istri dengan 5 orang anak perempuan. Sang suami sangat menginginkan anak lelaki. Saat istrinya hamil calon anak keenam, ia berkata pada istrinya, "Kali ini berilah aku anak lelaki. Banggakanlah aku dengan penerusku."
Sang istri menjawab," Semua terserah Allah, suamiku. Dialah pengatur rezki."
Mendengar jawaban istrinya, sang suami langsung berwajah masam. Rupanya memiliki seorang anak lelaki adalah keinginan terbesarnya.
Sang istri yang melihat sikap suaminya hanya tertunduk sedih. Dalam hati dia berdoa,"Ya Allah, Engkaulah Sang Pemberi Rezki. Apabila janin yang kukandung adalah lelaki, Engkaulah sebaik-baik Pemberi Rezki. Apabila janin yang kukandung adalah perempuan, sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik Pemberi Rezki. Sesungguhnya suamiku sangat menginginkan seorang anak lelaki. Apa dayaku ya Allah..kupasrahkan semuanya padaMu, hanya Engkau yang tahu segala yang terbaik bagi kami."

Beberapa hari kemudian, di suatu malam, suaminya bermimpi. Dalam mimpinya ia seolah-olah menuju langit. Tampaklah sebuah pintu yang sangat besar dengan seorang lelaki yang sepertinya penjaga pintu itu. Ia mendekati lelaki itu dan bertanya," Apakah yang ada di balik pintu ini?"
Sang penjaga menjawab,"Di balik pintu ini adalah jalan menuju surga, Masuklah."
"Benarkah? Benarkah aku diperbolehkan masuk ke surga?"tanya sang suami.
"Benar. Sesungguhnya putri pertamamu selalu mendoakanmu, ia adalah anak yang sholehah. Karena doanyalah pintu ini terbuka untukmu." jawab sang penjaga.

Sang suami pun langsung membuka pintu dan memasukinya. Ternyata tak jauh dari pintu pertama ada pintu lagi dengan seorang penjaga juga. Ia bertanya sama seperti sebelumnya. Dan penjaga itu menjawab,"Benar. Sesungguhnya putri keduamu selalu mendoakanmu, ia adalah anak yang sholehah. Karena doanyalah pintu ini terbuka untukmu."

Sang suami langsung memasukinya, dan menemukan pintu ketiga bersama penjaganya. Ia menanyakan hal yang sama seperti sebelumnya. Dan sang penjaga menjawab,"Benar. Sesungguhnya putri ketigamu selalu mendoakanmu, ia adalah anak yang sholehah. Karena doanyalah pintu ini terbuka untukmu."

Sang suami merasa dirinya semakin dekat dengan surga, segera ia memasuki pintu itu dan menemukan sebuah pintu lagi. Pintu keempat bersama penjaganya. Ia pun kembali menanyakan hal yang sama. Dan sang penjaga menjawab,"Benar. Sesungguhnya putri keempatmu selalu mendoakanmu, ia adalah anak yang sholehah. karena doanyalah pintu ini terbuka untukmu."

Dengan gembira ia memasuki pintu itu, dan menemukan lagi sebuah pintu dengan seorang penjaga. Ia menanyakan hal yang sama, dan sang penjaga menjawab,"Benar. Sesungguhnya putri kelimamu selalu mendoakanmu, ia adalah anak yang sholehah. Karena doanyalah pintu ini terbuka untukmu."

Dengan cepat ia membuka pintu. Dan ternyata masih ada satu pintu lagi dengan seorang penjaga juga. Ia kembali bertanya hal yang sama. Dan sang penjaga menjawab,"Benar, Sesungguhnya di balik pintu ini adalah surga. Kau telah melewati lima pintu karena doa kelima putrimu. Tapi kau tidak bisa melewati pintu ini, karena kau tak memiliki putri lain yang akan mendoakanmu. Ketahuilah, Allah lah yang memberi rezki padamu. Mengapa kau tak mensyukuri segala rezki dan nikmat yang diberikanNya padamu, sementara kau mengharap lebih. Maka jadilah ini penyesalan bagimu karena kau tidak bisa melewati pintu ini."

Maka menyesallah sang suami ia terbangun dengan menangis tersedu-sedu hingga membangunkan istrinya.
"Ada apa, suamiku? Apakah engkau bermimpi buruk? Istighfarlah.." kata istrinya.
"Istriku, sungguh aku telah mendholimi dirimu. Aku telah menuntutmu untuk memberiku anak lelaki, sedangkan Allah lah Sang Pengatur Rezki. Aku meminta maaf kepadamu, sungguh masalah itu telah membutakan diriku dan melupakan rezki dan nikmat yang telah Allah berikan kepadaku. Sungguh aku tak akan menyesali bila bayi di dalam kandunganmu adalah perempuan. Insyaallah mereka akan menjadi pengantar kita menuju surga."
"Subhanallah...Apa yang membuatmu berkata begini, suamiku?"
Maka diceritakannyalah mimpinya pada istrinya. dan mereka berpelukan saling mengucap kata maaf dan bersyukur akan peringatan yang diberikan Allah melalui mimpi.

Manusia seringkali lupa akan nikmat yang telah Allah berikan. Manusia selalu menuntut lebih, menginginkan hidupnya berjalan seperti yang dia mau. Maka apa artinya ambisi dan keegoisan jika itu hanya akan memberikan kesia-siaan. Seorang muslim/muslimah sudah seharusnyalah menjalani hidup dengan sabar, ikhlas, dan istiqomah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar