Rabu, 01 Juli 2009

Penggalan kisah Manusia Agung Rasulullah SAW : 10 Tahun untuk 14 Abad

610 M Beliau memulai tugas mulia menjadi Rasul Allah. Selama kurun waktu 10 tahun hingga 620 M menjalankan tugas dakwah di Mekah, Beliau hanya berhasil mendapat 40 pengikut. Meski tentu tidak pas, namun jika dikalkulasi rataannya secara matematika sederhana, itu berarti rata-rata dalam setahun hanya ada 4 pengikut. Bayangkan saja dalam tempo 365 hari hanya 4 orang hasilnya. Gagalkah Beliau?

Tentu saja tidak. Atas izin Allah, dari 40 pengikut tersebut tumbuh dan berkembang Islam hingga menjangkau 2/3 belahan dunia. Dua tahun berikutnya (622 M) telah berdiri Negara Islam (Daulah Khilafah Islamiyyah) yang menjadi payung kehidupan umat Islam yang di dalamnya umat lain pun turut berlindung dengan sejahtera. 41 tahun kemudian (661 M) sejalan dengan berakhirnya era Khulafaur Rasyidin, Islam telah memayungi seluruh jazirah Arab, sebagian Afrika dan Persia hingga berbatasan dengan wilayah Byzantium. 1404 tahun kemudian (1924 M) di saat runtuhnya Daulah Khilafah Islamiyyah, Islam telah memayungi 2/3 belahan dunia.

Selama 14 abad di bawah naungan Khilafah terjadi sebuah peradaban agung yang sangat luar biasa. Will Durant dalam buku The Story of Civilization mengekspresikannya sebagai berikut :

“Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa bagi kehidupan dan usaha mereka ... Islam telah menguasai hati ratusan bangsa di negeri-negeri yang terbentang mulai dari Cina, Indonesia, India, hingga Persia, Syam, Jazirah Arab, Mesir bahkan hingga Maroko dan Spanyol ... Islam telah menjamin seluruh dunia dengan rumah sakit yang layak dan memenuhi kebutuhan mereka, merawat orang-orang sakit tanpa bayaran dan menyediakan obat-obatan gratis. Para sejarahwan berkata bahwa cahayanya tetap bersinar tidak pernah padam selama 267 tahun.”



Saudaraku, Bill Gates dan Thomas Alfa Edison boleh disebut berhasil, meski dalam timbangan Islam itu hanyalah keberhasilan semu (maslahat I’tibary). Namun di atas itu semua ada sosok yang keberhasilannya adalah hakiki (maslahat hakiki). Keberhasilan yang menjangkau alam dunia dan akhirat. Keberhasilan yang menginspirasi umat setelahnya, baik Muslim maupun bukan Muslim. Keberhasilan yang membawa energi peradaban yang luar biasa yang dengannya - selama kurun waktu 14 abad kemudian - telah membuat tumbuhnya begitu banyak sosok-sosok Muslim yang luar biasa dalam seluruh bidang kehidupan.

Berkaca dari Rasulullah SAW, maka sudah semestinya, muslim itu berdaya juang tinggi. Akan semakin tinggi – dan itu idealnya - apalagi ketika sistemnya mendukungnya secara ideal. Seperti tercatat dalam sejarah, peradaban Islam diakui telah menghasilkan begitu banyak pribadi berdaya juang super.

Subhanallahu. Allahu akbar!!!


Dikutip dari :Buku Motivasi Metanoiac Islami
Be The Best, not ‘be asa’ , M. Karebet Widjajakusuma

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar