Rabu, 01 Juli 2009

KSD 3: Cukuplah Allah Untukku dan Ia sebaik-baik Pelindung (Repost)

Ini adalah kisah berikutnya yang sangat mengharukan..

Saya telah melakukan operasi pada seorang anak yang belum genap berumur 2 tahun. Dua jam setelah operasi, anak ini mengalami pendarahan yang cukup hebat pada saluran pernafasannya disebabkan oleh adanya luka pada urat nadi yang menuju saluran ini, kejadian ini tidak ada katannya dengan operasi yang baru saja dilakukan.

Akibatnya, anak ini mengalami sesak napas yang memicu kegagalan jantung -jantungnya berhenti bekerja- selama 45 menit. Setelah itu -Alhamdulillah- jantungnya kembali bekerja, biasanya dalam kondisi seperti ini kemungkinan terjadinya kematian otak sangat tinggi sekali.

Ketika kejadian itu kami jelaskan kepada ibunya, sang ibu tidak berkata apa-apa selain ucapan, "Hasbiyallahu wa ni'mal wakil (Cukuplah Allah untukku dan Ia sebaik-baik Pelindung), Ya Allah sembuhkanlah ia jika kesembuhan adalah yang terbaik untuknya. Kemudian ia pergi menengok anaknya seraya membaca Al Qur'an dari mushaf kecil yang berada di tangannya.

Dua minggu kemudian, terlihat bahwa organ otak anak tersebut sama sekali tidak terpengaruh kejadian itu. Tapi dua hari kemudian, anak itu mengalami pendarahan serupa, dan tiap kali kondisinya membaik ia mengalami pendarahan lagi. Akan tetapi ibunya hanya mengucap, "Hasbiyallahu wa ni'mal wakil" sambil tetap membacakan Al Qur'an.

Seorang dokter spesialis THT akhirnya berhasil mengatasi masalah pendarahan itu, sehingga kondisi kesehatan anak itu mengalami kemajuan secara perlahan. Akan tetapi, tiba-tiba ia mengalami kebocoran otak yang hampir merenggut nyawanya. Dan ibunya selalu mengulang-ulang ucapannya,"Hasbiyallahu wa ni'mal wakil". Sambil tetap membaca Al Qur'an dan berdoa," Ya Allah sembuhkanlah anakku jika kesembhan adalah yang terbaik untuknya."

Setelah para dokter akhirnya berhasil mengatasi kebocoran otak, anak itu mendadak mengalami keracunan di seluruh tubuhnya yang dibarengi dengan gagal ginjal. Kondisinya sangat mengkhawatirkan sekali.Sementara ibunya selalu mengucapkan," Hasbiyallahu wa ni'mal wakil" sambil terus berdoa," Ya Allah sembuhkanlah ia jika kesembuhan adalah yang terbaik untuknya."

Setelah kondisi keracunan dan gagal ginjal itu mulai membaik, ternyata ia mengalami radang selaput pembungkus jantung dan sekitar tulang rongga dada, dimana kondisi itu mengharuskannya operasi untuk membuka rongga dada.

Enam bulan setelah terbaring di ruang pemulihan anak, ia dipindahkan ke bagian bedah jantung khusus anak. Anak itu tiba dengan kondisi mengenaskan, tidak bisa melihat, tidak bisa mendengar, dan tidak bisa berjalan. Akan tetapi ibunya terlihat sangat tegar. Setiap dokter yang menemuinya selalu melihatnya di samping anaknya dengan mushaf yang selalu melekat di tangannya dan doa yang sama selalu diucapkan.

Tiga bulan berlalu, anak itu keluar dari bagian bedah jantung dengan kondisi bisa melihat, bisa berbicara, bisa mendengar dan berjalan sendiri seakan-akan tidak terjadi apa-apa atas dirinya. Semua ini berkat karunia Allah Ta'ala, di samping ketegaran ibunya dalam berharap kepada Allah Ta'ala, yang selalu beristighasah dan meminta pertolongan kepada Yang Maha Perkasa, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang dan Yang Maha Penyembuh.

Satu setengah tahun kemudian, di rumah sakit ini saya melihat wanita tersebut menggendong anak kecil dengan ditemani oleh suaminya, dan di sisi ereka ada anak kecil yang dahulu pernah berjuang melawan berbagai penyakit di rumah sakit ini, yang sekarang ia dalam keadaan baik.
Setelah bertanya kepada mereka, saya baru tahu bahwa anak yang pernah sakit tersebut lahir setelah sang ibu mengalami kemandulan selama 15 tahun. Anak itu adalah anak pertamanya.

Alangkah hebat ibu itu -Subhanallah-, setelah ia bersabar selama 15 tahun akhirnya ia mendapatkan seorang anak. Tapi kegembiraannya terampas saat anaknya mengalami sekian banyak penyakit. Walaupun begitu, ia tetap bersabar dan berharap kepada Allah Ta'ala. Patut kita ucapkan selamat kepada ibu ini yang telah membuktikan keimanannya terhadap takdir Allah Ta'ala, yang buruk maupun yang baik dan ia telah menunjukkan keikhlasan tawakkalnya kepada Allah Ta'ala.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar