Rabu, 01 Juli 2009

KEPERLUAN & RIZKI

Assalamu’alaikum wr. wb.

Terima kasih kepada semua anggota forum yang senantiasa saling sharing.

Berikut ini penjelasan berdasarkan pertanyaan dari seorang anggota forum mengenai “SHALAT HAJAT & DHUHA”.

Dalam setiap kita memohon apapun kepada Allah, selalu kita landasi dengan :

- Ikhlas, karena Allah, hanya mengharap ridha Allah
- Dilakukan dengan penuh keyakinan, kontinyu, istiqomah
- Membersihkan diri dari segala kemaksiatan dan menjalankan semua perintah Allah

Ada beberapa hal yang kita bisa lakukan dalam mencapai segala sesuatu. Berikut ini ada 3 langkah yang sering dilakukan karena ada KEPERLUAN & untuk MENDAPATKAN RIZKI.

Ketiga hal tersebut adalah :

- Melaksanakan shalat Hajat
- Melaksanakan shalat Dhuha
- Membaca Surah Al-Waqi’ah
_____________

SHALAT HAJAT

Agar hajat dikabulkan Allah, banyak cara yang dilakukan, di antaranya adalah berdo’a dan shalat.

Shalat Hajat (artinya keperluan) adalah shalat sunah yang dilakukan karena ADA SUATU HAJAT / KEPERLUAN, baik keperluan duniawi atau keperluan ukhrawi.

Shalat Hajat merupakan cara yang lebih spesifik untuk memohon kepada Allah agar dikabulkan segala hajat, karena arti shalat itu sendiri secara bahasa adalah do’a.

Shalat Hajat dilaksanakan sebanyak 2 rakaat diikuti dengan do’a setelah memberi salam.

Di antara cara untuk menunaikan shallat ini adalah seperti berikut :

1. Pada raka’at pertama selepas doa iftitah, baca surah Al-Fatihah diikuti dengan surah Al-Kafirun sebanyak 11 kali (atau boleh juga 3 kali).

2. Pada raka’at yang kedua, baca surah Al-Fatihah diikuti dengan surah Al-Ikhlas sebanyak 11 kali (atau boleh juga 3 kali).

Selepas memberi salam, bacalah do’a seperti berikut :

“LAA ILAAHA ILLALLAAHUL HALIIMUL KARIIMU,
SUBHAANALLAAHI RABBIL 'AR-SYIL 'AZHIIM,
ALHAMDULILLAAHI RABBIL 'AALAMIIN,
AS-ALUKA MUUJIBAATIRAHMATIKA,
WA'AZAAIMA MAGHFIRATIKA,
WAL'ISHMATA MINKULLI DZANBIN,
WAL-GHANIIMATA MIN KULLI ITSMIN,
LAATADA'LII DZANBAN ILLAA GHAFARTAHUU,
WALAA HAMMAN ILLAAFARRAJTAHUU,
WALAA HAAJATAN HIYA LAKA RIDHAN ILLAQADHAITAHAA,
YAA ARHAMAR-RAAHIMIIN”.

Artinya :

“Tidak ada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia,
Maha suci Allah Tuhan pemelihara Arsy yang Agung,
segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.
Kepada-Mu aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu
dan sesuatu yang mendatangkan pengampunan-Mu,
serta terpeliharanya dosa-dosa,
dan memperoleh kebaikan pada tiap-tiap dosa,
janganlah Engkau tinggalkan dosa pada diriku, melainkan Engkau ampuni,
dan kesusahan, melainkan Engkau beri jalan keluarnya,
dan tidak pula suatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan,
wahai TuhanYang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang”.

SHALAT DHUHA

Shalat Dhuha dimaksudkan untuk MEMINTA RIZKI (APA SAJA) DAN TERHINDAR DARI KEFAKIRAN.

Disyari'atkan kepada orang muslim untuk mengerjakan shalat dhuha 2, 4, 6, 8 atau 12 raka'at berdasarkan hadits-hadits shahih dan hasan sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para ulama.

Dari Abu Darda' dan Abu Dzar RA, dari Rasulullah SAW, bahwa Allah berfirman :

"Wahai anak Adam, rukulah untuk-Ku empat raka'at di awal siang, niscaya Aku mencukupimu di akhir siang". (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

Dari Abu Darda' RA, Rasulullah SAW bersabda :

"Barangsiapa mengerjakan shalat dhuha dua raka'at, maka dia tidak ditetapkan termasuk orang-orang yang lengah. Dan barangsiapa mengerjakan shalat dua belas raka'at, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga." (HR. Al-Haitsami).

Dari Abu Dzar, dari Nabi SAW bersabda :

“Pada pagi hari setiap tulang (persendian) dari kalian akan dihitung sebagai sedekah. Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan kebaikan (amar ma’ruf) dan melarang dari berbuat munkar (nahi munkar) adalah sedekah. Semua itu cukup dengan dua rakaat yang dilaksanakan di waktu Dhuha”. (HR. Muslim, Abu Dawud dan Riwayat Bukhari dari Abu Hurairah).

Rasulullah SAW bersabda :

“Shalat Dhuha itu dapat mendatangkan rizki dan menolak kefakiran. Dan tidak ada yang akan memelihara shalat Dhuha melainkan orang-orang yang bertaubat”.

Dalam melaksanakan slahat Dhuha :

- Membaca surah Asy-Syamsu (Q.S : 91) pada rakaat pertama, atau cukup dengan membaca Al-Kafirun (Q.S : 109) jika tidak hafal surah Asy-Syamsu tsb.

- Membaca surah Adh-Dhuha (Q.S : 93) pada rakaat kedua, atau cukup dengan membaca Al-Ikhlas (QS :112) jika tidak hafal surah Adh-Dhuha.

Do’a Setelah Shalat Dhuha

“ALLAAHUMMA INNADH-DHUHAA ‘ADHUHAA ‘UKA
WAL BAHAA ‘ABAHAA ‘UKA
WAL JAMAALA JAMAALUKA
WAL QUWWATA QUWWATUKA
WAL QUDRATA QUDRATUKA
WAL ‘ISHMATA ‘ISHMATUKA.
ALLAAHUMMA IN KAANA RIZQII FIS-SAMAA ‘I FA ANZILHU
WA IN KAANA FIL ARDI FA AKHRIJHU
WA IN KAANA MU’ASSARAN FA YASSIRHU
WA IN KAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU
WA IN KAANA BA’IIDAN FA QARRIBHU, BIHAQQI DHUHAA ‘IKA,
WA BAHAA ‘IKA, WA JAMAALIKA, WA QUWWATIKA, WA QUDRATIKA.
AATINII MAA ‘ATAITA ‘IBAADAKASH-SHAALIHIIN”.

Artinya :

“Yai Allah, bahwasanya waktu Dhuha itu waktu Dhuha-MU
dan kecantikan adalah kecantikan-MU
dan keindahan adalah keindahan-MU
dan kekuatan adalah kekuatan-MU
dan kekuasaan adalah kekuasaan-MU
dan perlindungan itu adalah perlindungan-MU.
ya Allah, jikalau rizkiku masih di atas langit, maka turunkanlah
dan jikalau ada di dalam bumi maka keluarkanlah
dan jikalau sukar, maka mudahkanlah
dan jika haram, maka sucikanlah
dan jikalau masih jauh, maka dekatkanlah dengan berkat waktu Dhuha,
keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-MU
Limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambamu yang shaleh”.

MEMBACA SURAH AL-WAQI’AH

Di antara fadhilah-fadhilah membaca surat Al-Waqi’ah (Q.S. 56) adalah :

- Jika dibaca setiap malam sebagai wirid, maka tidak akan tertimpa kefakiran.

Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah tiap malam, maka tidak akan menimpa kepadanya kefakiran. Dan surat Al-Waqi’ah adalah surat kaya, maka bacalah dan ajarkanlah kepada anak-anak kamu”.

- Imam Ja’far RA berkata :

“Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah pada waktu pagi ketika keluar dari rumahnya untuk bekerja, atau untuk mencari kebutuhan, maka Allah mempermudah rezekinya dan mendatangkan hajatnya. Dan barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah pada waktu pagi dan sore, maka ia tidak akan kelaparan atau kehausan, dan tidak akan takut terhadap orang yang akan memfitnah, sedangkan fitnahnnya kembali pada orang itu”. (Khazinatul Asrar Kubra, hal. 360).

Mudah2 kita bisa selalu membiasakan diri untuk berzikir, berdo’a, membaca Al-Qur’an, dan shalat lima waktu, termasuk melaksanakan amalan2 sunah.

Semoga semua yang kita cita2 diridhai dan dikabulkan Allah SWT. Amien…

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar