Selasa, 07 Juli 2009

Kehilangan Seseorang yang Dicintai….

Disaat seorang sahabat Rasulullah saw kehilangan salah seorang anaknya, Nabi menyampaikan sebuah hadish qudsi ditengah kerumunan para sahabat-sahabat nya. “Ketahuilah wahai sahabat-sahabat ku, Allah bertanya kepada malaikat-Nya, ‘Sudahkah engkau cabut ruh anak hamba-Ku? ‘Sudah ya Allah.’ Allah bertanya, ‘Sudahkah engkau cabut ruh buah hatinya?’ Malaikat menjawab, ‘Sudah ya Allah.’ Allah bertanya kembali, ‘Apa yang diucapkan oleh hamba ku itu?’ Malaikat menjawab, ‘Dia memuji Engkau ya Allah dan berpasrah diri kepada Engkau*’ Allah kemudian berkata, ‘Bangunkanlah bagi hamba Ku itu rumah yang indah di surga dan jadikanlah rumah itu selalu dipuji oleh siapapun yang melihatnya kelak (baitul hamd).’ (HR Ahmad, Shahihul Jami')

*Ber-istirja’ = mengucapkan Innalillahi wa innaillaihi rojiun

Allah berfirman di QS Fushshilat [41]: 46, “Barangisapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Allah menganiaya hamba-hamba-Nya.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar