Selasa, 07 Juli 2009

ANTARA SABAR & MENGELUH

Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Di waktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya.

"Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu, melainkan pasti karena ia tidak pernah risau dan bersedih hati".

Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, "Apa katamu hai saudaraku ? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati karena risau...".

Abul Hassan bertanya, "Apa yang merisaukanmu ?"

Wanita itu menjawab, "Pada suatu hari suamiku sedang menyembelih kambing korban, pada saat itu aku bersama dua orang anak yang sudah bisa bermain dan satu masih menyusu. Saat aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, "Hai adikku, maukah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing ?"

Jawab adiknya, "Baiklah kalau begitu ?"

Lalu disuruh adiknya berbaring dan disembelihlah leher adiknya itu. Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancur keluar, dan dia lari ke bukit, di mana di sana ia dimakan oleh serigala.

Lalu ayahnya pergi mencari anaknya itu, sampai mati kehausan. Ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk yang berisi air panas, ditariknya periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena ke badannya, sehingga mengelupas kulit badannya.

Berita ini terdengar sampai kepada anakku yang telah menikah dan tinggal di daerah lain. Seketika itu, ia jatuh pengsan hingga sampai menuju ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara di antara mereka semua".

Lalu Abul Hassan bertanya, "Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu ?"

Wanita itu menjawab,, "Tiada seorang pun yang dapat membedakan antara sabar dengan mengeluh, melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Sementara dalam hal mengeluh, seseorang tidak mendapat ganti apa-apa, hanya kesia-siaan belaka".
____________

Kesabaran sangat ditekankan oleh agama dan harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap terkena musibah dan cobaan dari Allah.

Bisa kita simak sebuah hadits qudsi bahwa : "Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang Mukmin, jika Aku ambil kekasihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan syurga baginya".

Begitu juga mengeluh. Perbuatan ini sangat tidak terpuji dan tidak dibenarkan dalam agama.

Karena itu Rasulullah SAW bersabda : "Mengeluh itu termasuk kebiasaan jahiliyyah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka Allah akan memotongnya bagai pakaian dari uap api neraka". (H.R. Imam Majah).

Begitu indahnya tentang sabar ini, sehingga Allah berfirman : "Hai orang-orang yang beriman, mintalah (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar". Q.S. Al-Baqarah (2) : 153.

Semoga kita dijadikan sebagai hamba Allah yang sabar dalam menghadapi segala musibah dan cobaan… dihilangkan dari sifat keluh kesah...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar